Minggu, 20 September 2020

Luis Milla: Sepak Bola Indonesia Kekurangan Kompetisi Usia Muda

Luis Milla: Sepak Bola Indonesia Kekurangan Kompetisi Usia Muda

Foto: Kompetisi di level usia muda masih kurang di Indonesia. (ist)

Tangerang, Swamedium.com – Pelatih tim nasional (timnas) Indonesia asal Spanyol, Luis Milla, mengungkapkan minimnya kompetisi usia muda, salah satu kekurangan dunia sepakbola Indonesia.

Hal itu diungkapkan Luis Milla saat menjalani forum bertajuk “A Night with The Manager” di Hotel Yasmin, Karawaci, Tangerang, Jumat (31/3).

Menurut Milla, ragam level usia kompetisi masih jauh dari kata ideal.

”Penting untuk bermain sepak bola dari usia sangat muda,” kata Milla.

Seperti dilansir juara.net, Milla mengungkapkan anak-anak bisa mulai bermain sepak bola dari umur lima tahun. Hingga umur 12, anak itu sekadar bermain untuk bersenang-senang.

”Saya menjadi pemain sebelumnya, tetapi juga merupakan ayah dan memiliki anak. Dari umur lima tahun, anak saya sudah bermain untuk Valencia,” kata Milla.

Baru dari usia 11 hingga 13 tahun, mereka belajar taktik. Lalu, level mereka meningkat dimulai umur 15 dengan belajar situasi permainan.

Menurut Milla, pemain juga bisa dianggap sebagai pesepak bola ideal pada usia 19 karena sudah memahami taktik dan duel fisik.

Kekurangan kedua adalah infrastruktur seperti lapangan dan kehadiran pelatih bagus. Masalah infrastruktur juga sering didiskusikan Milla dengan para pemangku kepentingan.

”Kalau pemain mulai bermain dari umur sangat muda dan dilatih pelatih bagus, Indonesia tinggal menunggu waktu (untuk meraih prestasi),” ujar pria asal Spanyol itu. (*/d)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.