Minggu, 19 September 2021

Inilah Isi Lengkap Pertemuan Perwakilan Massa Aksi 313 dengan Menkopolhukam

Inilah Isi Lengkap Pertemuan Perwakilan Massa Aksi 313 dengan Menkopolhukam

Foto: peserta aksi 313 memadati ruas jalan medan merdeka selatan. (Nael/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com- Pada Aksi 313 yang dilaksanakan pada Jumat (31/3) kemarin, perwakilan ulama dan umat Islam berhasil menemui Pemerintah yang diwakili Menkopolhukam Wiranto di Kantor Kementerian Polhukam di Jalan Medan Merdeka Barat.

Banner Iklan Swamedium

Saat berdialog, para ulama dan tokoh menyampaikan beberapa aspirasi umat Islam terkait tuntutan Aksi 313. Ada pun tuntutan utama aksi 313 adalah pencopotan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI mengingat statusnya sudah menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama.

Menurut Ustadz Sambo yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, Ahok yang tidak kunjung dipecat sebagai gubernur dinilai bertentangan dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Kenapa seorang presiden tidak bisa menegakan hukum, kalau seorang presiden dalam kasus Ahok melanggar ketentuan dibiarkan. Kita ingin ketemu langsung dengan Presiden, kita sudah melakukan aksi beberapa kali namun Presiden tidak ada respon,” kata Ustadz Sambo kepada Wiranto.
Menanggapi hal tersebut, Wiranto mengatakan bahwa sebagai lembaga eksektutif presiden tidak bisa mengintervensi proses hukum.

“Presiden tidak mungkin mengintervensi kalau sudah menyangkut hukum, kita sudah mintakan fatwa ke MA, namun sampai saat ini belum ada jawaban dari MA. Proses peradilan sedang berlangsung, kita tunggu saja, ada aturan maiinya,” ujar Wiranto.

Terkait penangkapan terhadap Ustadz Muhammad al Khaththath, Ketua Parmusi Usamah Hisyam menegaskan bahwa hal tersebut adalah bukti kepolisian telah melakukan kriminalisasi terhadap ulama.

“Saya berduka cita terhadap tindakan aparat keamanan yang menangkap Ust Al Khaththath di Hotel Kempinsky tadi pagi (Jumat 31/3 dini hari), ini merupakan kriminalisasi terhadap ulama, kabarnya penangkapan tidak dilengkapi surat penangkapan. Alasan Kabid Humas karena ustad Al Khaththath terlibat pemufakatan makar. Saya sangat prihatin atas penangkapan ini,” tegas Usamah.

Mendengar tentang kriminalisasi terhadap ulama, Wiranto menjelaskan bahwa kondisi sekarang sudah jauh lebih baik jika dibandingkan dengan jaman orde baru.
“Masalah Kriminalisasi ulama, kalau saya ikuti era sekarang sudah beda (lebih baik) dengan jaman orde baru. Tapi tentu (kepolisian akan bertindak) jika sudah ada indikasi-indikasi yang mengarah ke tindak pidana. Namun apa yang menjadi tuntutan saudara sekalian akan saya tindak lanjuti,” tuturnya.
“Saya akan segera komunikasi dengan Presiden dan Pak Tito (Kapolri) untuk masalah kriminalisasi ulama ini, silahkan kalau mau berkomunikasi dengan saya, kantor saya terbuka,” imbuh Wiranto.
Sementara Prof DR Amien Rais dalam pertemuan itu, mengkhawatirkan perilaku aparat keamanan bertindak di luar batas hanya karena seorang Ahok.

“Di negeri ini, padahal demokrasi makin mengakar. Tapi kenapa seorang Ahok bisa menjadi super, saya khawatir aparat keamanan bertindak diluar batas, gara gara Ahok semua jadi kalap,” tandasnya.
Mendengar hal tersebut, Wiranto meyakinkan bahwa dirinya mencintai negeri ini, tidak mau melihat negeri ini hancur.

“Saya cinta negeri ini, Pak Amien tahu persis kenapa saya tidak mengambil alih pemerintahan pada waktu itu (tahun 1998), karena saya cinta negeri ini. Banyak yang menginginkan negeri ini hancur baik dari luar maupun dalam negeri,” tukasnya.

Usai berdialog, perwakilan aksi 313 dan Wiranto menggelar konferensi pers. Dalam konferensi pers nya, Wiranto mengatakan bahwa demonstrasi atau unjuk rasa diperbolehkan tapi tidak disertai dengan ancaman. Dan menurutnya memang demo tidak ditemui presiden karena menimbang asas keadilan.

“Demo kan banyak, sering. Kalau ada satu demo ditemui presiden, lalu ada demo lain tidak ditemui, kan tidak adil. Jadi kenapa semua demo tidak diterima Presiden, ini asas keadilan,” jelasnya.
Sedangkan mengenai tuntutan para ulama, tokoh dan umat Islam dalam aksi 313, Wiranto mengaku sudah mencatatnya dan akan dilaporkan ke presiden.

“Saya sudah catat semua tuntutan rekan-rekan sekalian, nanti saya laporkan , sudah saya catat, saya segera koordinasikan dengan Kapolri dan lain-lain yang terkait,” pungkasnya.
Dalam pertemuan tersebut, tokoh, ulama dan habaib yang hadir berjumlah 9 orang yaitu: Ustadz Usamah Hisyam, H. Amien Rais, Ustadz Sambo, Habib al Kaff, Habib Muhammad, Ustadz Edy, ustadz Husein, AB Muhabbar, dan . H Tubagus M Sidik. (ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita