Jumat, 14 Mei 2021

Polda Sumut Tenggelamkan 6 Kapal Ilegal Fishing Asal Malaysia

Polda Sumut Tenggelamkan 6 Kapal Ilegal Fishing Asal Malaysia

Foto: Polda Sumut meledakan 6 kapal asing dan satu kapal lokal karena ilegal fishing. (ist)

Medan, Swamedium.com- Sebanyak 6 unit kapal asal Malaysia dan 1 unit kapal lokal ditenggelamkan Polda Sumut di perairan Belawan. Ke tujuh kapal itu tertangkap tangan saat melakukan ilegal fishing.

Banner Iklan Swamedium

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan bersama dalam peneggelaman 7 kapal barang bukti tindak pidana illegal fishing,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Sabtu (1/4).

Penenggelaman kapal ini dilakukan serentak di sejumlah lokasi di Indonesia. Sebelum penenggelaman, dilakukan live streaming pengarahan dari Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dari Ambon.

Di Belawan, penggelaman kapal disaksikan para pejabat utama di Polda Sumut, Kodam I/Bukit Barisan, Lantamal I Belawan, TNI AU, Pejabat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta Pemerintah Kota Medan.

Rycko mengatakan penenggelaman kapal ini dilakukan untuk memusnahkan barang bukti dari tindak pidana perikanan. Kapal yang ditenggelamkan sudah melalui proses hukum di pengadilan dan sudah berkekuatan hukum tetap.

Kapal yang ditenggelamkan di Belawan, Sabtu (1/4) yaitu:

1. KM. SLFA 2675 berbendera Malaysia dengan nama tersangka Zaw kebangsaan Myanmar. Kapal ini disergap di Selat Malaka pada 13 Desember 2015

2 KM SLFA 4778 berbendera Malaysia dengan nama tersangka Chia Keechan kebangsaan Malaysia. Kapal disergap di Selat Malaka pada 17 Februari 2016.

3 KM PKFA 3378 asal Malaysia dengan nama tersangka Tepparak Insorn kebangsaan Thailand. Kapal tertangkap pada tanggal 12 Juli 2016 dengan lokasi di Selat Malaka.

4 KM Extra Joss-III asal Indonesia dengan nama tersangka Amiruddin kebangsaan Indonesia. Kapal tertangkap di Selat Malaka pada 25 Juli 2016.

5 KM PKFB 1152 asal Malaysia dengan nama tersangka Chit Soe kebangsaan Myanmar. Kapal tertangkap di Selat Malaka pada 30 Juli 2016.

6 KM PKFA 8115 asal Malaysia dengan nama tersangka Moe als Swan kebangsaan Myanmar. Kapal disergap di Selat Malaka pada 30 Juli 2016.

7 KM KHF 1767 dari Malaysia, dengan nama tersangka Ko Kyaw Soe alias Kyaw Soe, kebangsaan Myanmar. Kapal disergap di Selat Malaka pada 25 Agustus 2016. (*/d)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita