Sabtu, 12 September 2020

“Distracted Driving”, Hal Sepele Tapi Membahayakan di Jalan Raya

“Distracted Driving”, Hal Sepele Tapi Membahayakan di Jalan Raya

Foto: Ketua Umum RSA Indonesia Ivan Virnanda,"berponsel sambil berkendara membahayakan diri sendiri dan orang lain. (queenrides)

Jakarta, Swamedium.com – Komunitas perempuan pengendara Queenrides bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pemerhati keselamatan jalan Road Safety Association (RSA) Indonesia mengadakan talk show yang bertema “I Support Woman Ride Safe” di lobi atrium Lippo Mall Karawaci, Tangerang, Sabtu-Minggu (1-2/4).

Ivan Virnanda, Ketua Umum RSA Indonesia mengangkat isu distracted driving yang menurutnya sebuah hal yang sering dianggap sepele namun membahayakan pengendara.

“Distracted driving. Berkendara tapi sambil melakukan aktivitas lain, yang bisa mengurangi konsentrasi pengemudi saat berkendara. Hal sepele tapi membahayakan pengemudi juga orang laib,” ujar Ivan saat talk show berlangsung.

Dirinya mengungkapkan bahwa angka kecelakaan akibat distracted driving yang melibatkan perempuan baik sebagai pelaku atau korban kecelakaan cukup tinggi.

“Bayangkan, tiap hari di Indonesia ada 5 perempuan yang terlibat kecelakaan akibat ter-distracted konsentrasi berkendaranya,” tukas Ivan.

Beberapa aktivitas yang berpotensi mengganggu konsentrasi berkendara, lanjut Ivan antara lain berponsel, berdandan dan makan saat mengemudikan kendaraan.

Khusus untuk berponsel, Ivan menyoroti bahwa yang bisa mengganggu konsentrasi pengemudi selain aktivitas berponsel juga konten dari pesan percakapan yang dilakukan si pengemudi.

“Selain aktivitasnya, konten dari pesan yang masuk juga isi percakapan yang bisa mengganggu konsentrasi berkendara. Misal, mendapat kabar keluarga sakit atau yang lainnya,” jelas dia.

Di kesempatan yang sama, Citra Ayu Lestari anggota divisi kegiatan RSA Indonesia menjelaskan pentingnya pemeriksaan kondisi kendaraan sebelum digunakan berkendara.

Instruktur safety riding yang telah melatih puluhan ribu pengemudi ojek online ini, berpendapat bahwa masih banyak pengendara yang hanya bisa berkendara tapi belum memahami baik atau buruknya kondisi kendaraan yang digunakan.

“Banyak yang bisa berkendara tapi nggak peduli dengan kondisi komponen seperti rem, ban, lampu-lampu. Mereka asal bisa gas dan rem saja. Banyak yang malas untuk memeriksa kendaraannya,” tandasnya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.