Kamis, 01 Oktober 2020

Inilah Kronologi Tanah Longsor Di Ponorogo

Inilah Kronologi Tanah Longsor Di Ponorogo

Surabaya, Swamedium.com— Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakankronologi terjadi bencana tanah longsor di Ponorogo antara lain ditandai oleh bunyi gemuruh pada pukul 07.30 Wib.

Sebagian masyarakat terdampak menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

”Kemudian pada pukul 08.00 Wib bencana longsor terjadi disertai dengan suara gemuruh menerjang 2 RT yaiti RT 02 dan 03/RW 01 yang terdiri dari 23 rumah penduduk dan ladang masyarakat dengan jumlah jiwa sekitar 50 orang, sebagian masyarakat berhasil menyelamatkan diri. 17 orang luka-luka dan dirawat di Puskesmas Pulung,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui email, Sabtu (1/4).

Sutopo mengatakan tanda-tanda longsor sudah diketahui masyarakat sejak 20 hari yang lalu. Hujan deras menyebabkan munculnya retakan-retakan di perbukitan. Dari peta rawan longsor, Desa Banaran merupakan daerah bahaya tinggi longsor.

”Sejak adanya tanda-tanda longsor masyarakat mengungsi sementara pada malam hari. Pada siang hari kembali ke rumah melakukan aktivitas sehari-hari. Jumat (31/3) malam terjadi hujan lebat namun tidak terjadi longsor,” jelasnya.

Ditambahkan oeh Sutopo, BPBD dan aparat telah memberikan arahan kepada masyarakat untuk menjauh dari lokasi longsor mengingat kondisi tanah masih labil, dan kemungkinan bisa terjadi longsor susulan. (Ari)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.