Rabu, 30 September 2020

Masukkan Orang dengan Gangguan Kejiwaan Dalam DPT, KPU DKI Dinilai Salahi Aturan

Masukkan Orang dengan Gangguan Kejiwaan Dalam DPT, KPU DKI Dinilai Salahi Aturan

Jakarta, Swamedium.com- Tim Pemenangan cagub-cawagub Jakarta, Anies-Sandi menegaskan kepada pihak KPU, agar menyoroti keterlibatan pasien Panti Bina Laras dalam DPT Pilkada Jakarta.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies Sandi Wilayah Jakarta Barat, Agus Taufik di Posko Pemenangan Anies-Sandi, Cicurug, Menteng, Jakpus, Sabtu (1/4).

Menurut Agus pada 26 Januari lalu, Kepala Panti Bina Laras Hermiaty Bakrie telah menyampaikan pembatalan DPT kepada KPU Jakarta Barat. Meski sudah dikonfirmasi, dan mendapat rekomendasi dari Bawaslu untuk dilakukan pendataan ulang, tetap saja para pasien mendapatkan hak pilih bahkan jumlahnya fantastis.

“Ada 473 pemilih yang terdaftar dalam DPT, padahal apapun bentuknya pasien di panti bina laras dengan cluster sakitnya masih kategori sakit jiwa. Karena itu tidak boleh dimasukan DPT,” kata Agus.

Tuntutan Agus tersebut mengacu pada UU Pilkada Pasal 57 ayat 3 huruf a yang berisi sebagai berikut, “Untuk dapat didaftar sebagai pemilih, warga negara Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi syarat tidak sedang terganggu jiwa atau ingatannya”.

“Maka dari itu kami ingin KPU tak libatkan pasien Bina Laras. Sebab, jika mereka dimasukan berarti ada ekspolitasi orang sakit jiwa dimasukan ke dalam pemilih,” tegasnya.

Agus berharap temuannya kali ini segera ditindaklanjuti oleh KPU maupun Bawaslu DKI Jakarta.

“Mudah mudahan sebelum tanggal 3 April sudah selesai, sehingga tidak ada lagi data invalid dalam DPT,” ujarnya. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.