Minggu, 17 Januari 2021

Said Iqbal: Investasi Asing Tidak Kurangi Pengangguran di Indonesia

Said Iqbal: Investasi Asing Tidak Kurangi Pengangguran di Indonesia

Jakarta, Swamedium.com —
Banyaknya investor asing yang datang ke Indonesia dinilai belum mampu untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia, bahkan persoalan ini malah bertentangan dengan Undang Undang ketenagakerjaan yang berlaku di Negara ini.

Banner Iklan Swamedium

Sebagaimana yang sudah termaktub dalam UU Nomor 13 tahun 2003 dalam Undang Undang ketenagakerjaan, sudah jelas disebutkan pasal per pasal yang memperbolehkan investasi asing menanam modalnya di Indonesia namun tidak serta merta membawa tenaga kerja yang berasal dari negaranya bekerja di Indonesia.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menjelaskan hal tersebut saat dimintai tanggapannya terkait gelombang kedatangan tenaga kerja asing ke Indonesia usai acara deklarasi dukungan KSPI untuk memenangkan Anies-Sandi pada pilkada putaran kedua di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Sabtu (1/4).

Said menerangkan bahwa tenaga kerja yang masuk dan bekerja di Indonesia haruslah yang skills workers bukan yang unskills workers.

“Karena peraturan di Indonesia sendiri sudah menjelaskan yang mana terdapat tiga butir bahwa tenaga kerja asing (TKA) boleh bekerja di Indonesia diantaranya, pertama, TKA yang bekerja di Indonesia harus mempunyai Keterampilan. Kedua, TKA yang bekerja di Indonesia harus didampingi oleh tenaga kerja Indonesia selama masa kerja di Indonesia dan ketiga, TKA harus bisa berbahasa dan berbudaya Indonesia.

Terkait hal ini yang mana telah diatur oleh UU Nomor 11 tahun 1970, Said iqbal menanggapi bahwa di Indonesia sendiri masih banyak angkatan kerja yang membutuhkan pekerjaan karena lapangan pekerjaan yang terbatas.

Padahal, lanjut Said keran investasi sudah dibuka luas dan harusnya banyak lapangan pekerjaan tapi kenyataannya malah sebaliknya, keran Investasi asing di buka malah pencari kerja dari negara sendiri kesulitan mendapat pekerjaan.

Said menilai, investasi yang banyak dilakukan malah menambah angka pengangguran, khususnya investasi dari China, dimana mereka mengajak serta tenaga kerjanya yang unskill workers bekerja ke Indonesia.

“Investasi seperti ini gak ada artinya juga, contohnya investor yang datang dari negara China yang banyak kita ketahui sekarang ini, para investor asing tersebut menanam modalnya di Indonesia tapi malah pemodal asing ini turut membawa tenaga kerja unskill workers ke Indonesia, kan sama saja tidak mengurangi angka penggangguran di Indonesia meskipun investor tersebut juga membuka lapangan pekerjaan di negara ini tapi menutup tenaga kerja Indonesia sendiri untuk bekerja di negaranya ini jelas Melanggar UU Nomor 13 tahun 2003, dan yang seperti ini seharusnya disetop bukan malah dilanjutkan,” jelas Said.

“Jangan samakan tenaga kerja Indonesia (TKI atau TKW) yang kerja di negara midlle east sama dengan tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia karena kebutuhan supply engagement nya beda dan disana Aturan nya juga sudah jelas memperbolehkan, karena tenaga kerja asing di negera negera itu membutuhkan tenaga kerja unskill workers, sedang di Indonesia tidak,” tutupnya. (jok)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita