Sabtu, 16 Januari 2021

Sekolah Pemikiran Islam Bandung Gelar Kelas Perdana Angkatan 2017

Sekolah Pemikiran Islam Bandung Gelar Kelas Perdana Angkatan 2017

Foto: Setelah beberapa kali tur hingga ke luar negeri bersama band-nya, Rocket Rockers, Kang Ucay memutuskan untuk berhenti menjadi seorang rocker, justru pada saat kariernya sedang di puncak. (Nadya/jurnalis warga)

Bandung, Swamedium.com- Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Bandung atau disebut SPI Natsir menggelar kelas perdananya untuk Angkatan 2017 yang dilaksanakan di Hotel D’Best Jalan Tengku Angkasa, Bandung Jawa Barat, Sabtu (18/3).

Banner Iklan Swamedium

Menempati Ruang Lavender, acara pembukaan kuliah SPI Natsir ini dihadiri oleh para siswa pendaftar yang sudah lulus seleksi. Acara yang dimulai sejak sekitar pukul 09.30 WIB ini dipandu oleh Ibrahim ‘Ibam’ Imaduddin Islam selaku Kepala SPI Natsir Bandung.

Dalam kesempatan tersebut, Ibam menjelaskan tata tertib perkuliahan dan kurikulumnya. Beberapa pengajar SPI di antaranya adalah Dr. Syamsuddin Arif (INSISTS), Asep Sobari, Lc. (Sirah Community Indonesia), Dr. Tiar Anwar Bachtiar (Persis), Dr. Wido Supraha (INSISTS), Ahmad Rofiqi, M.Pd.I. (DDII), dan Akmal Sjafril, M.Pd.I. (#IndonesiaTanpaJIL).

“Berbagai pokok di tiap pertemuan pekanan SPI Natsir semester ini dapat dilihat dalam silabus. Selama kurang lebih tiga jam, sesi pertemuan kelas akan dipadatkan dengan pembahasan materi oleh para pengajar dan diskusi komprehensif bersama para siswa,” papar Ibam.

Sementara Kepala SPI Natsir periode 2016, Raka Abiasa, menjelaskan semua tahap pendaftaran dan pengumpulan tugas SPI selalu dilakukan secara online dan menerapkan sistem tenggat waktu.

“SPI Natsir Bandung tahun ini cukup berbeda dengan periode sebelumnya. Pendaftar perempuan meningkat dari jumlah pendaftar periode sebelumnya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Raka, hal ini menjadi pertimbangan pelaksanaan kelas. Jika dahulu perkuliahan dilaksanakan pada malam hari, maka pada periode ini diselenggarakan pada pagi hari.

Foto: Sekolah Pemikiran Islam Natsir Bandung gelar kelas perdana angkatan-2017. (Nadya/jurnalis warga)

Dihadiri 45 orang peserta yang berasal dari berbagai kalangan usia dan pekerjaan, pembukaan kelas SPI Bandung ini turut menghadirkan Kang Ucay, seorang pegiat propaganda hijrah positif.

Pemilik nama asli Noor Al Kautsar ini, berbagi kisah singkat tentang perjalanan hidup dan hikmah yang membersamainya. Dengan pembawaan khasnya yang kasual, salah seorang aktivis #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) ini mempromosikan nilai tawakkal yang sangat penting bagi seorang muslim.

“Takutlah pada Allah. Allah pasti menggantikan apa yang kita tinggalkan demi memperoleh ridha-Nya. Mari belajar untuk memberi hikmah, dan bersiasat untuk membuat orang lain berpikir. Karena ternyata, dengan berpikir orang akan ngerti dan sadar sendiri,” ujarnya.

Setelah beberapa kali tur hingga ke luar negeri bersama band-nya, Rocket Rockers, Kang Ucay memutuskan untuk berhenti menjadi seorang rocker, justru pada saat kariernya sedang di puncak.

Salah seorang peserta yang juga mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Dini Dwi Mutia, berpendapat bahwa kelas perdana SPI Bandung ini dan kisah hijrah Kang Ucay sangat menginspirasi dirinya.

“Pertemuan pertama ini luar biasa. Apalagi ketika sesinya Kang Ucay, sangat menginspirasi saya untuk terus istiqamah dan tak mudah menyerah pada ujian, karena ternyata, ujian itu merupakan bagian dari hijrah itu sendiri,” pungkasnya.

Perlu diketahui, SPI adalah lembaga sekolah non-formal yang telah berkiprah sejak tahun 2014 lalu. SPI berkonsentrasi pada materi-materi seputar pemikiran Islam. Perkuliahan di SPI terdiri dari sepuluh pertemuan di setiap semester. Setelah SPI Fatahillah dibuka di Jakarta, SPI Natsir di Bandung telah diresmikan pada 2015 dan telah meluluskan ratusan alumni di dua kota tersebut. (Nadya Mufida Ulfa/jurnalis warga)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita