Kamis, 01 Oktober 2020

Sentimen Negatif terhadap Warga Muslim, Media Inggris Sebut Birmingham sebagai “Ibu Kota Teroris”

Sentimen Negatif terhadap Warga Muslim, Media Inggris Sebut Birmingham sebagai “Ibu Kota Teroris”

Suasana seusai shalat Jumat di Birmingham Central Mosque. (Shafik Mandhai/Al Jazeera)

Birmingham, Swamedium.com — Warga Sparkbrook, Birmingham, Inggris, berjumlah 32.000 orang. Lebih dari 70 persennya memeluk agama Islam.

Jika ditotal dengan distrik yang lain, populasi Muslim di Birmingham berjumlah 234.000 orang, terbanyak di Inggris, selain di London.

Citra Muslim di sana memburuk karena pelaku penyerangan Westminster, Adrian Russell Elms atau Khalid Masood, tinggal di sana sebelum melakukan penyerangan.

Beberapa surat kabar Inggris menyebut serangan itu sebagai contoh terkini kekerasan ektremis yang dikaitkan dengan Muslim dari Kota terbesar kedua di Inggris itu.

The Telegraph menggambarkan Birmingham sebagai salah satu “Titik rawan teror di Inggris” dan the Daily Mail membahasakan bagaimana Kota itu menjadi “Ibu Kota teroris Inggris”.

“Itu menyerang kami sebagai Muslim dengan tiba-tiba,” kata Abdullah, mahasiswa teknik, mengungkapkan frustrasinya terhadap pemberitaan media.

Pemuda berkebangsaan Yaman yang lahir di Birmingham itu kecewa dengan menyatakan, “Mereka (media) menulis komunitas Muslim di sini yang bertanggung jawab atas seluruh persoalan ini. Akan tetapi, kami tidak dapat berbuat apa-apa.”

“Itu hanya seseorang yang melakukannya, tetapi kami semua turut disalahkan.”

“Kami tinggal bersebelahan dengan tetangga kami. Kami tidak memiliki masalah di sini,” jelas Abdullah tentang kehidupan bertetangga di Sparkbrook, Birmingham.

“Tiada aturan yang jelas dan pasti tentang definisi teroris,” tegas Belal Ballali, warga Birmingham sejak 24 tahun yang lalu dari ibu kota Skotlandia, Edinburgh, kepada Al Jazeera. Ia menyampaikan dengan aksen Skotlandia bahwa Birmingham hanya memiliki sedikit ekstremis.

Belal pun mengkritisi pemberitaan media pascaserangan Westminster yang berfokus pada hubungannya dengan Birmingham. Menurutnya, media itu melebih-lebihkan hubungan Adrian dengan komunitas Muslim Birmingham.

“(Adrian) tinggal di sebuah flat di Jalan Hagley … Setiap orang yang mengenal Birmingham tahu itu terpisah dari komunitas-komunitas Muslim dan sebagian besar merupakan hunian para pelajar,” terang Belal.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.