Selasa, 29 September 2020

Desak Kepolisian Bebaskan Sekjen FUI, Ormas Islam: Jangan Dzalim Pada Ulama

Desak Kepolisian Bebaskan Sekjen FUI, Ormas Islam: Jangan Dzalim Pada Ulama

Foto: Puluhan ormas Islam dan GNPF MUI mendesak kepolisian segera membebaskan Sekjen FUI. (Joko/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Puluhan ormas dan aktivis Islam bersama Tim advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI mendesak kepolisian segera membebaskan Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al-Khaththath, yang masih ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat sejak Jumat (31/3) lalu.

Pimpinan Pondok Pesantren As-Syafi’iyah, KH Abdurrasyid Abdullah Syafi’i, menyatakan salah satu pilar kokohnya NKRI sebagai negara hukum adalah menjadikan hukum sebagai panglima.

“Hukum bukan ditegakkan kepada kelompok tertentu saja dan digunakan untuk melemahkan umat atau tokoh Islam,” ujarnya saat konferensi pers di Aula AQL Islamic Center, Jakarta, Senin (3/4).

Kiyai Rosyid sapaan akrabnya, mengungkapkan, kasus penangkapan dan penahanan terhadap inisiator Aksi 313 itu terkait tuduhan pemufakatan makar, merupakan bentuk dari penggunaan hukum sebagai instrumen kekuasaan.

“Tuduhan ini jelas mengada-ada dan merupakan bentuk kedzaliman terhadap ulama,” tandasnya.

Saat membacakan pernyataan sikap tersebut, Kiyai Rosyid, menegaskan, secara substantif maupun formil, Aksi 313 merupakan hak warga negara yang dijamin dan diatur konstitusi. Bukan upaya pemufakatan makar.

Aksi 313, lanjut Kiyai Rosyid, justru meminta pemerintah menegakkan hukum terhadap terdakwa kasus penistaan agama Gubernur (non-aktif) DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dicopot dari jabatannya.

“Karena itu pejabat publik patuh dan terikat pada hukum bukan berada di atas hukum,” tegasnya.

Kiyai Rosyid juga menambahkan bahwa Aksi 313 bertujuan untuk mengingatkan bahwa seorang pejabat publik yang sudah menjadi terdakwa dalam suatu kasus tidak dibenarkan untuk tetap memegang jabatannya karena tidak sesuai dengan Undang-undang pemerintahan daerah.

“Tidak dibenarkan seorang terdakwa tetap menjabat sebagai pejabat publik karena melanggar undang-undang,” tandasnya.

Untuk itu, pihaknya bersama ormas dan para aktivis Islam serta tim hukum menyampaikan, menuntut kepada pemerintah untuk membebaskan al Khaththath serta 4 orang lainnya yang ditahan.

Pages: 1 2

Related posts

1 Comment

  1. fred she too come fred

    sing ala ketara. sing becik ketitik.
    setiap manusia tdk terlepas dr hukum karma. perbuatan baik akan diganjar baik berlipat ganda, perbuatan zhalim.jg akan mendapat karmanya sesuai ketentuan Allah. tunggu saja balasannya. krn balasan dr Allah tdk.akan lbh ringan drpd perbuatan kalian thd pr ulama.. insya Allah

    Reply

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.