Sabtu, 26 September 2020

Kecaman terhadap Kolonialis Israel atas Pembangunan Permukiman Baru di Tepi Barat

Kecaman terhadap Kolonialis Israel atas Pembangunan Permukiman Baru di Tepi Barat

Ramallah, Swamedium.com — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBN) mengecam pemerintah kolonialis Israel setelah konstruksi permukiman baru di Tepi Barat disetujui.

Juru bicara sekretaris jenderal PBB mengatakan bahwa sekjen Antonio Guterres mengungkapkan kekecewaan dan kegusarannya atas putusan kabinet keamanan kolonialis Israel pada Kamis (30/3) untuk membangun permukiman baru–yang tentu saja ilegal berdasarkan hukum internasional–di tanah rampasan dari bangsa Palestina di dekat Ibu Kota Tepi Barat, Ramallah.

“Sekjen menekankan bahwa tiada rencana B bagi (kolonialis) Israel dan bangsa Palestina untuk hidup bersama dengan damai dan aman, kata jubir Stephane Dujarric pada Jumat (31/3).

“Ia mengutuk berbagai aksi sepihak … yang mengancam perdamaian dan mengacaukan solusi kedua negara,” lanjut Stephane menyampaikan pendapat Antonio Guterres.

Putusan untuk membangun permukiman baru di Emek Shilo itu terbit kurang dari sepekan sejak PBB mengkritisi kolonialis Israel agar tidak mengambil langkah apa pun terkait pengonstruksian di teritori Palestina berdasarkan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB pada Desember 2016.

Kolonialis Israel “melanjutkan perusakan prospek perdamaian,” tegas Saeb Erekat, pejabat senior Palestina, yang mengkritisi PBB, Uni Eropa (UE), dan Amerika Serikat (AS) juga karena kurang melakukan desakan kepada kolonialis Israel agar tidak lanjutkan pemukiman.

“Perdamaian tidak akan dicapai dengan membiarkan kejahatan seperti ini,” ungkap Saeb.

Lembaga HAM internasional, Amnesty International, pun mengutuk putusan tersebut dengan menyatakan, “Semua aktivitas pemukiman … adalah pelanggaran luar biasa atas hukum kemanusiaan internasional dan merupakan kejahatan perang.”

Kolonialis Israel membangun permukiman khusus yahudi di tanah rampasan sejak perang 1967. Lebih dari 600.000 orang tinggal di permukiman ilegal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

“Dalam beberapa tahun, konstruksi hanya berfokus pada perluasan permukiman yang sudah ada. Jadi, ini adalah permukiman baru sama sekali yang pemerintah (kolonialis) Israel setujui sejak 1991,” jelas LSM antipermukiman kolonialis Israel, Peace Now.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.