Selasa, 29 September 2020

Keindahan nan Teruji di Balik Jeruji Besi

Keindahan nan Teruji di Balik Jeruji Besi

Siapa yang menyangka bahwa seorang narapidana membuat gitar untuk musisi Meksiko-AS, Carlos Santana, saat dikurung di dalam lembaga pemasyarakatan. (Pinterest)

Los Angeles, Swamedium.com — Di dalam dinginnya lembaga pemasyarakatan (lapas), ada aktivitas seni para penghuni yang bergairah seolah-olah tanpa masalah.

“Saya tidak punya banyak harta peninggalan,” ungkap Jeffrey Sutton, narapidana (napi) dengan hukuman 41 tahun atas pencurian bersenjata, tentang kehidupannya.

“Ini adalah hal positif yang membantu saya berfokus pada pembebasan,” lanjut Jeffrey sambil memoleskan cat hijau untuk dedaunan pada mural hutan anggur.

Kelas mural bagi para kriminalis tingkat tinggi merupakan bagian inisiatif baru pemerintah negara bagian California, Amerika Serikat (AS), untuk mengajarkan kesenian–termasuk seni rupa masyarakat asli Amerika, teater improvisasi, novel grafis, dan penulisan lagu–di seluruh lapas dewasa yang berjumlah 35 lapas, dari lapas Richard J. Donovan (RJDCF atau RJD, dekat perbatasan dengan Meksiko) hingga lapas Pelican Bay (PBSP, dekat negara bagian Oregon).

Pemerintah California setiap tahun menganggarkan 6 juta dolar AS untuk program kesenian di lapas. Jumlah itu akan bertambah menjadi 8 juta dolar AS tahun depan.

Tidak seperti program kesenian di seluruh Negara bagian yang mengandalkan para relawan, lapas satu ini–bekerja sama dengan dewan kesenian California–mendatangkan para seniman yang dihormati, seperti Guillermo Aranda, seorang muralis Chicano.

Para tahanan di lembaga pemasyarakatan San Valley sedang mengerjakan mural. (Jim Wilson/the New York Times)

Guillermo mengajarkan empat kelas di lapas Salinas Valley (SVSP), Soledad, California, setiap pekan.

Sementara itu, di dalam lapas San Quentin (SQSP atau SQ, di San Quentin, dekat San Francisco) studio seni menawarkan piring besar “pu-pu” dengan cat warna-warna metalik dan pensil gambar beraneka warna.

Seorang napi berseragam lapas biru, yang dihukum karena menembak pacar dari jarak dekat atau berkendara dengan sembrono, sehingga menewaskan dua anak kecil, berlengah-lengah dengan saksama pada kanvas.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.