Sunday, 26 May 2019

OJK: Pembobolan Bank 90% Melibatkan Pegawai

OJK: Pembobolan Bank 90% Melibatkan Pegawai

Foto. Pemerintah akan membentuk holding BUMN sektor keuangan dengan tujuan, antara lain mengatasi masalah pembiayaan perumahan. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sekitar 90 persen kasus pembobolan di perbankan melibatkan pegawai bank. Indikasi ini diperkuat oleh hasil survei dari Asia Anti Fraud Foundation yang menyatakan bahwa 70% orang yang bekerja di sektor keuangan memiliki sifat tidak jujur.   

Direktur Pengawasan Bank 2 OJK Anung Herlianto mengatakan, orang dalam pada perbankan memiliki peran penting untuk mengetahui celah dalam sistem sehingga memungkinkan dilakukan pembobolan.

“Kasus pembobolan bank itu sekitar 90 persen melibatkan orang dalam atau nasabahnya,” ujar Anung dalam pelatihan wartawan industri perbankan, Industri Keuangan Nonbank dan lembaga pembiayaan di Bogor, di akhir pekan.

Selain itu, kebanyakan kasus penipuan tersebut juga didukung oleh kurang pedulinya para nasabah dalam mengelola dana yang didepositokan dan terlalu percaya dengan pihak perbankan. Kelemahan ini diperparah oleh malasnya para nasabah datang langsung ke bank untuk melakukan berbagai administrasi yang seharusnya dilakukan sendiri. Padahal pegawai bank, ungkap dia, tidak sepenuhnya dapat dipercaya dan bisa melakukan tindakan penipuan apabila mendapatkan kesempatan dan alasan.

Berdasarkan survei dari Asia Anti Fraud Foundation, kata Anung, sebanyak 70 persen orang yang bekerja di sektor keuangan pada dasarnya memiliki sifat tidak jujur. Survei itu juga menyebutkan, sebanyak 50 persen akan merealisasikan penggelapan dana apabila ada fraud triangle yakni kesempatan, kebutuhan, dan pembenaran (alasan) atas apa yang dilakukannya. Sedangkan 25 persen orang dalam survei disebutkan memiliki nyali untuk melakukan penipuan apabila ada kesempatan langsung.

“Misalnya, seorang teller yang bekerja jujur selama 10 tahun. Lalu anaknya sakit di rumah dan kurang biaya. Ia memutuskan untuk mengambil uang sedikit hanya Rp 100 ribu. Ia merasa memiliki pembenaran karena apa yang dilakukan olehnya memiliki alasan,” ujarnya.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)