Minggu, 20 September 2020

Sambut Lebaran 2017, Pemerintah Perbanyak Kuota Mudik Gratis

Sambut Lebaran 2017, Pemerintah Perbanyak Kuota Mudik Gratis

Jakarta, Swamedium.com – Pemerintah akan meningkatkan jumlah pemudik yang ikut mudik gratis agar bisa menekan kemacetan jalan. Untuk merealisasikan program tersebut, pihaknya akan menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta dalam mudik lebaran 2017 ini.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan  mudik gratis bisa menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat untuk menuju kampung halaman tanpa harus berdesakan dan macet di jalan. Budi mengatakan program Mudik Gratis tahun ini akan lebih diperbanyak.

“Mudik gratis akan kita tingkatkan. Minggu depan kita akan khusus bahas soal mudik gratis dan mudik untuk motor,” ujar Budi di Kantor Kemenko Maritim, Senin (3/3).

Budi mengatakan program mudik gratis ini juga menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menekan angka kepadatan jalan dan menjadi salah satu pilihan solusi jika masyarakat tak kebagian transportasi publik.

“Pihak yang berpartisipasi pastinya (kementerian) perhubungan, BUMN, Pemprov DKI,” ujar Budi.

Pemerintah juga berharap masyarakat lebih memilih tranportasi umum dibanding kendaraan pribadi dalam arus mudik lebaran tahun 2017.Penggunaan transportasi public ini diharapkan bisa meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas. Hal ini juga bisa mengurangi tingkat kepadatan jalan yang selama ini terjadi di titik-titik macet ruas jalur mudik.

Budi mengatakan, untuk bisa menyediakan fasilitas transportasi publik Kemenhub akan menambah kapasitas pada jenis-jenis transportasi publik yang ada. Ketersediaan transportsi publik ini nantinya bisa digunakan oleh masyarakat.

“Kalau sekarang ini kita akan intensifkan di kereta api, bus, dan di kapal-kapal roro. Kapal kita akan buat Jakarta-Semarang dan Jakarta-Banjar. Maksudnya selain mengurangi kemacetan, juga mengurangi kemungkinan angka kecelakaan,” ujar Budi.

Selain memperkuat ketersediaan transportasi publik, pemerintah juga akan mengidentifikasi beberapa titik kemacetan. Hal ini akan menjadi bahan acuan pemerintah untuk melakukan rekayasa jalan dan kebijakan arus lalu lintas.(republika.co.id)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.