Minggu, 09 Mei 2021

Bom Meledak di Jalur Kereta Metro Rusia

Bom Meledak di Jalur Kereta Metro Rusia

Sankt Peterburg, Swamedium.com — Sebuah bom meledak di jalur kereta bawah tanah metro di pusat Kota Sankt Peterburg, Rusia, pada Senin (3/4) siang.

Banner Iklan Swamedium

Ledakan terjadi di antara stasiun Sennaya Ploshchad dan stasiun Tekhnologichesky Institut sekitar pukul 14.30 waktu setempat (18.30 WIB).

Lebih dari 10 orang tewas dan setidaknya 50 yang lain terluka.

Berdasarkan laporan para jurnalis dan saksi mata di lokasi kejadian, ledakan sangat mengerikan.

Para pengguna jasa kereta bawah tanah terlihat berlarian menyelamatkan diri dari peron yang penuh dengan asap.

Peledak yang lain ditemukan di stasiun Ploshchad Vosstaniya setelah ledakan itu dan telah diamankan oleh pihak keamanan Rusia.

Tidak (belum) ada yang mengaku bertanggung jawab

Presiden Rusia, Vladimir Putin, berkata, segala motif, termasuk terorisme, sedang diselidiki.

Para pemimpin negara-negara asing turut berdukacita. Mereka mengutuk insiden itu.

Putin berterima kasih kepada para pengendara di Kota terbesar kedua Rusia itu atas bantuan mereka yang telah mengantarkan orang-orang pulang ke rumah masing-masing karena layanan metro ditutup.

Ia berkata banyak pesepeda motor dan sopir taksi menawarkan orang-orang untuk mengantarkan mereka dengan gratis.

Ratusan ribu orang di Kota itu bepergian dengan berjalan kaki, mobil, trem, atau bus selama sistem metro dihentikan, lanjut Putin.

Komite investigasi Rusia, lembaga negara yang menginvestigasi segala kejahatan berat, awalnya menyatakan bahwa ledakan itu diduga sebagai serangan teroris, tanpa mengesampingkan berbagai kemungkinan. Komite belum menduga siapa pelaku kejahatan.

Gerbong kereta yang rusak karena ledakan bom di stasiun metro Tekhnologichesky Institut, Sankt Peterburg, Rusia, Senin (3/4) siang. (AFP)

Seorang wanita yang berada di gerbong dekat sumber ledakan menggambarkan momen saat ledakan itu menghantam kereta kepada media lokal Rusia.

“Satu ledakan memekakkan telinga, lalu bau menyengat dan asap. Orang-orang berimpitan satu sama lain. Dua wanita langsung merasa sakit dan pingsan. Semuanya berlangsung saat kereta berjalan, tidak berhenti,” terang Polina kepada Bumaga.

Saat kereta tiba di stasiun Tekhnologichesky Institut, para penumpang menyaksikan gerbong sebelah rusak, kaca jendelanya pecah, lampu padam, dan darah berceceran.

Polina menambahkan, “Orang-orang keluar dari sana. Sebagian dipapah, yang lainnya membantu.”

Komite investigasi mengatakan pengemudi metro telah membuat putusan yang benar dengan tidak menghentikan keretanya sebelum mencapai stasiun.

Menurut Komite, aksinya itu mungkin telah mencegah lebih banyak korban dan memungkinkan evakuasi para korban dengan cepat.

Serangan terhadap transportasi umum di Rusia terjadi beberapa kali.

Sebuah bom meledak dalam perjalanan kereta super cepat Moskva-Sankt Peterburg pada 2009. 27 orang tewas dan 130 yang lain terluka.

Pada 2010, 38 orang tewas dalam dua serangan bom bunuh diri di metro Ibu Kota Rusia, Moskva.

Oktober 2013, seorang wanita pelaku bom bunuh diri menargetkan satu bus, sehingga menewaskan setidaknya 6 orang.

Dua bom meledak pada 29 dan 30 Desember di barat daya Kota Volgograd. Lebih dari 30 orang tewas dan 60 yang lainnya dirawat di rumah sakit.

Satu bom bunuh diri meledak di stasiun kereta api pada hari pertama, lalu bom kedua menyerang sebuah bus pada hari kedua.

Semua serangan bom terhadap transportasi umum sebelumnya itu diklaim sebagai ulah kelompok-kelompok ekstremis. Begitu pula dengan dugaan pelaku serangan terkini di jalur metro Sankt Peterburg ini. (ais)

Sumber: kantor-kantor berita

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita