Selasa, 29 September 2020

Industri Keuangan Syariah Perlu Inovasi dan Terobosan

Industri Keuangan Syariah Perlu Inovasi dan Terobosan

Jakarta, Swamedium.com – Pelaku industri keuangan syariah diminta melakukan inovasi dan terobosan untuk mendongkrak pangsa pasarnya yang hanya berada dikisaran 5% dari total industri. Bila pengembangan ekonomi syariah hanya menggunakan cara-cara bisnis biasa, dipastikan sulit berkembang.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad meminta pelaku industri melakukan inovasi dan terobosan untuk mengembangkan keuangan syariah. Tanpa terobosan, lanjutnya, sektor ekonomi berbasis nilai-nilai syariat Islam tersebut akan stagnan.

“Kami belum liat yang fundamental untuk pengembangan syariah. Jika hanya dikerjakan secara business as usual, mustahil akan keluar dari jebakan (pangsa pasar) lima persen,” kata Muliaman saat meluncurkan Forum CEO Sikompak Syariah di Jakarta, di awal pekan.

Sikompak Syariah merupakan akronim dari Sinergi Komunikasi, Pemasaran, dan Pengembangan Keuangan Syariah yang didirikan untuk mempercepat pertumbuhan industri jasa keuangan syariah. Forum tersebut akan terdiri dari para pimpinan industri jasa keuangan syariah.

Muliaman meminta pelaku industri keuangan syariah untuk mampu menelurkan produk keuangan yang beragam dan sesuai dengan kebutuhan nasabah industri, sehingga dapat bersaing dengan sektor konvensional.

Dia mengingatkan agar industri keuangan syariah jangan sampai melewatkan potensi ekonomi dari bonus demografi di Indonesia. Apalagi, kata dia, Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.

“Masyarakat Indonesia ini, terutama kelas menengah, pada umumnya memiliki kemampuan untuk berinvestasi dan usaha. Maka itu, perlu produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar dia.

Muliaman menambahkan komitmen dari pemerintah juga sudah cukup kuat dengan berdirinya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.

“Selain itu sudah ada Undang-Undang Perbankan Syariah dan juga Undang-Undang terkait Surat Berharga Syariah Negara. Jadi perlu ada pendekatan yang sinergis antara pemerintah, regulator dan industri,” ujarnya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.