Jumat, 02 Oktober 2020

Iwan, Dagang Rujak Biar Bisa Nabung untuk Ikut Paket C

Iwan, Dagang Rujak Biar Bisa Nabung untuk Ikut Paket C

Foto: Iwan berjualan rujak, uangnya untuk ikut paket C di Cirebon. (Dipo/swamedium))

Jakarta, Swamedium.com- Tidak semua anak beruntung bisa mengecap pendidikan sampai sekolah menengah atas dan setaranya. Banyak dari mereka harus berjuang mencari nafkah untuk kebutuhan hidup sehari-hari atau untuk menabung demi masa depan yang lebih baik .

Iwan (20) misalnya, pemuda asal Cirebon ini mengaku baru 6 bulan ini merantau ke ibukota Jakarta. Dia memilih hidup dengan berjualan rujak. Menurutnya jualan rujak dengan harga cabai yang masih tinggi lumayan susah.

“Lihat aja mas, dah sore gini masih numpuk dagangan saya,” terangnya dengan suara parau.

Apalagi pada saat ini, ketika belum musim buah. Harga buah, seperti mangga Indramayu juga ikut naik.

“Sekarang udah lebih dari Rp 20 ribu karena lagi gak musim. Harganya ampun, bingung saya jualnya. Jambu air juga. Makanya saya akalin jual campur, biar ada untung sedikit,” ungkap Iwan.

“Nih mas kalo mau beli mangga yang lom di kupas saya jual satu Rp 12 ribu. Mahal yah, ya dari sononya juga dah mahal,” tambahnya.

Iwan yang biasa berjualan rujak di Jalan Lontar, Kecamatan Koja, Jakarta Utara ini mengaku saat ini agak berat berjualan dengan harga yang tidak karuan.

“Berubah-ubah naik terus,” terangnya .

Menurut Iwan, dia hanya lulusan SMP. Sempat mengenyam pendidikan STM, tapi kelas dua berhenti karena orangtua tidak punya biaya lagi.

“Saya coba cari kerja di Cirebon, pake ijazah SMP, gak da pabrik yang mau nerima. Di Cirebon banyak pabrik, tapi gak ada yang mau nerima saya yang cuma ijazah SMP,” lirihnya.

“Saya mau ikut paket C biayanya Rp 3 juta di Cirebon. Duit dari mana? Ya udah saya ke Jakarta nyari kerja apa aja, akhirnya ya jualan rujak,” lanjut Iwan.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.