Minggu, 28 November 2021

Standar Emisi Euro 4 Segera Diberlakukan di Indonesia

Standar Emisi Euro 4 Segera Diberlakukan di Indonesia

Foto: Peraturan Menteri LHK tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N dan O. (kpbb)

Jakarta, Swamedium.com – Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menjelaskan Pemerintah Indonesia akan segera memberlakukan standar emisi Euro 4 secara bertahap mulai tahun 2018.

Banner Iklan Swamedium

Pemberlakuan ini sesuai amanat Peraturan Menteri (Permen) LHK No. 20/Setjen/Kum.1/3/2017 tanggal 10 Maret 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O.

Pemberlakuan peraturan untuk standar emisi Euro 4 kendaraan bermotor tipe baru dan yang sedang diproduksi berbahan bakar bensin, mulai 10 Oktober 2018.

“Sesuai kesepakatan dengan Menko Perekonomian, mau tidak mau 18 bulan setelah Permen ditandatangani 10 Maret 2017, Euro 4 sudah harus diberlakukan,” kata M.R. Karliansyah Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK pada acara Komunikasi Publik di Kantor KLHK, Jakarta, Senin (3/4)

“Sedangkan untuk kendaraan bermotor tipe baru dan yang sedang diproduksi berbahan bakar diesel mulai diberlakukan 10 Maret 2021’, lanjut Karliansyah.

Sebagai informasi yang termasuk dalam kategori kendaraan M adalah kendaraan bermotor beroda empat atau lebih dan digunakan untuk angkutan orang. Kendaraan bermotor dengan kategori N yaitu kendaraan bermotor, beroda empat atau lebih yang digunakan untuk angkutan barang. Sedangkan kendaraan bermotor kategori O adalah kendaraan bermotor penarik untuk gandengan atau tempel.

Dalam Permen LHK ini, perincian uji emisi dijelaskan secara detil. Permen LHK tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru dan yang Sedang Diproduksi (Euro 4), saat ini tengah berada di Kementerian Hukum dan HAM.

“Saat ini Kementerian Hukum dan HAM akan segera mengundangkan peraturan tersebut, dan diharapkan sudah dapat disampaikan ke publik dalam waktu dekat,” ungkap Karliansyah.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) Ahmad Safrudin menjelaskan, bahwa Permen LHK ini berimplikasi perlunya persiapan pada berbagai sektor, seperti Kementerian ESDM bersama Pertamina untuk menyusun spesifikasi bahan bakar nasional yang mengacu pada standar Euro 4.

“Selain itu, perlu menyiapkan investasi untuk penyediaan bahan bakar, baik bensin (gasoline) dan solar minyak diesel, yang memenuhi standar Euro 4,” tandasnya.

Menurut Safrudin, pihaknya meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk menyiapkan fasilitas uji laik jalan bagi kendaraan bermotor roda dua dan empat menggunakan metode uji Euro 4.

“Industri otomotif dalam negeri juga harus menyiapkan infrastruktur produksi dan teknologi mesin yang mengadopsi standar emisi Euro 4,” imbuhnya.

Diharapkan melalui penerapan Euro 4 ini kualitas udara perkotaan di Indonesia akan menjadi semakin baik. Penerapan Euro 4 juga memberikan benefit kepada konsumen karena lebih meningkatkan efisiensi kualitas bahan bakar, sambung Safrudin.

Safrudin juga mengungkapkan, di sisi produsen mobil di Indonesia, tidak perlu lagi memberlakukan dua standar. Karena selama ini untuk pasar dalam negeri diproduksi dengan standar Euro 2, sedangkan untuk kendaraan yang diekspor dengan standar Euro 4.

“Hal ini membuat biaya produksi menjadi lebih mahal karena produsen harus menyediakan dua jenis teknologi dalam memproduksi kendaraan tersebut,” ujarnya.

Dari sisi ekonomi, Standar Euro 4 yang menggunakan Low Sulphur Fuel atau BBM dengan kadar belerang rendah, bila diproduksi dari dalam negeri, menurut Safrudin akan menggandakan Net Economic Benefit menjadi Rp. 3.973 Triliun di tahun 2030. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita