Jumat, 02 Oktober 2020

Heboh Foto “Wefie” Polisi dengan Jenazah Pelaku Begal, Begini Penjelasan Mabes Polri

Heboh Foto “Wefie” Polisi dengan Jenazah Pelaku Begal, Begini Penjelasan Mabes Polri

Foto: Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Rikwanto. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Pihak Mabes Polri menjelaskan kejadian munculnya foto wefie yang sempat viral di media sosial yang dilakukan tim khusus anti bandit (Tekab) 308 Polresta Bandar Lampung dengan 5 jenazah pelaku begal.

Brigjen Pol Rikwanto selaku Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri menuturkan, kronologi munculnya foto wefie tersebut, berawal penangkapan Tekab 308 yang berusaha menangkap lima terduga pelaku begal. Namun saat penangkapan terjadi, para pelaku melakukan perlawanan.

“Saat melakukan pengepungan kepada para pelaku, ternyata tidak berjalan lancar bahkan terjadi baku tembak dan penyerangan terhadap petugas. Untuk menghindari terjadinya korban di petugas akhirnya pelaku dilumpuhkan, dia ditembak,” ungkap Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (5/4).

Namun saat hendak dibawa ke RS Polri, para pelaku begal tersebut meninggal dunia. Setibanya di rumah sakit, kelima tersangka sudah sempat diperiksa di UGD. Setelah dinyatakan meninggal dunia, kelima jenazah terduga pelaku begal ini dibawa ke ruang jenazah. Namun kamar jenazah terkunci. Kemudian jenazah diletakan di taman rumah sakit, agar memudahkan petugas saat memindahkan nantinya ke kamar jenazah.

“Jadi memang (posisinya) dijejer, bukan untuk foto-foto, tapi untuk memudahkan petugas (polisi) pada saat petugas (ruang jenazah) datang. Untuk menunggu (jenazah dimasukkan ke ruang jenazah), ada yang dekat situ, ada yang foto. Yang lain secara spontan tidak ada yang koordinir ikutan foto,” lanjut Rikwanto.

Rikwanto mengungkapkan bahwa dirinya belum mengetahui, siapa pihak yang menyebarkan foto tersebut di media sosial hingga menjadi viral di masyarakat. Pihak kepolisian meminta maaf kepada publik tentang kejadian tersebut.

Pihak kepolisian akan menyelidiki pelaku penyebaran foto tersebut. Bahkan, Rikwanto tidak memungkiri penyebar bisa dikenakan pelanggaran pidana.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.