Kamis, 24 September 2020

Pansus RUU Pemilu Sepakat Usulkan Peringkasan Proses Penghitungan Suara

Pansus RUU Pemilu Sepakat Usulkan Peringkasan Proses Penghitungan Suara

Foto: Ketua Pansus RUU Pemilu M. Lukman Edy. (Jamal/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu M Lukman Edy mengatakan, pihaknya berencana akan mempercepat proses penghitungan suara. Baik dari penghitungan suara tingkat desa dan tingkat kecamatan akan dipangkas sehingga dari Tempat Penghitungan Suara (TPS) bisa langsung ke tingkat kabupaten atau kota.

“Bayangkan saja, rekapitulasi penghitungan suara pemilu biasa saja selesai pada pukul 04.00 atau 06.00 pagi. KPU harus mempunyai inisiatif penghitungan cepat. Masalahnya, KPU tiba-tiba menolak e-voting, karena khawatir ada pembajakan dan masyarakat belum siap. Padahal, untuk menyingkat semua proses itu, dengan e-voting,” demikian kata politisi PKB itu dalam dialog kenegaraan ‘Menyongsong Pilkada Serentak 2019’ bersama pakar hukum tata negara Margarito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/4).

Kemudian, Lukman membandingkan sistem penghitungan suara di Jerman yang hanya membutuhkan waktu tidak kurang dari dua jam. Dan hal seperti ini tidak terjadi di Indonesia, pasalnya, di Indonesia sistem penghitungan suara masih melakukan dengan manual. Untuk itu tim Pansus DPR sepakat mengusulkan peringkasan proses penghitungan suara di tingkat desa dan kecamatan.

“Kita dorong KPU pakai e-rekapitulasi dengan memotret, dan langsung dikirim ke KPU Kabupaten/Kota, agar jam 12.00 sudah selesai,” kata dia.

Selain itu, Lukman juga menjelaskan keuntungan dari sistem peringkasan proses perhitungan suara, ia mengatakan bahwa hal itu bisa menghemat anggaran KPU maupun Bawaslu di tingkat kabupaten atau kota yang bersifat ad hoc tidak permanen. Karena, jumlah anggotanya bervariasi. Kalau jumlah penduduknya padat, maka beranggota tujuh orang, sebaliknya bila tak terlalu padat cukup lima orang. (JM/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.