Kamis, 23 September 2021

Pasca Amnesti Pajak, Pasar Properti Diprediksi Akan Bergairah

Pasca Amnesti Pajak, Pasar Properti Diprediksi Akan Bergairah

Jakarta, Swamedium.com – Pelaku di industri properti berharap berakhirnya program pengampunan pajak (tax amnesty) membawa dampak positif bagi pasar properti yang selama 3 tahun terakhir cenderung lesu. Program pengampunan pajak yang berhasil memasukkan dana WNI di luar negeri ke dalam negeri (repatriasi) ini yang diharapkan bisa menggairahkan pasar properti di tanah air.

Banner Iklan Swamedium

Meski dana repatriasi yang benar-benar sudah masuk ke kas negara baru Rp122,3 triliun atau 83% dari total komitmen sebesar Rp147 triliun, ada harapan sektor properti tahun ini kembali bergairah. Masuknya dana repatriasi itu membawa harapan baru untuk sektor properti, terutama pada penjualan apartemen.

“Ada indikasi selama ini memang kalau kita lihat banyak developer yang mengharapkan dari keberhasilan program tax amnesty,” kata Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto di World Trade Center 1, Jakarta.

Hingga awal Maret ini, kata Ferry, pasar apartemen belum terasa terpengaruh oleh masuknya dana repatriasi. Meski demikian, untuk proyek apartemen kelas menengah sudah mulai tampak pertumbuhannya dari sisi penjualan.

Dalam kesempatan berbeda, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla berharap dana repatriasi digunakan sebaik-baiknya oleh wajib pajak (WP). Dana tersebut, bisa untuk investasi atau kebutuhan pribadi lainnya.

“Aturannya (dana) dia kan tiga tahun harus ada di Indonesia, mau beli rumah, toko atau industri ya silakan,” kata dia seperti dikutip Okezone.com

Selain dana repatriasi, pemerintah juga menyerap tebusan tax amnesty yang dibayarkan WP sekitar 2-5% tergantung periode pendaftaran. Total dana tebusan yang masuk ke kas negara Rp 114 triliun.

“Hak pemerintah hanya yang itu, tentu masuk ke negara. Kalau dana repatriasi itu dana pengusaha itu sendiri yang dimasukkan ke Indonesia, dana pemakaiannya terserah mereka, pemerintah enggak bisa mengatur,” ujarnya.

Dana repatriasi ini adalah dana milik WP yang selama ini tidak dilaporkan, sehingga jika digunakan dalam negeri akan mencurigakan. Namun setelah adanya program pengampunan pajak, maka dananya ini bisa bebas digunakan untuk apa saja.

“Jadi mereka cuma dikasih pilihan-pilihan, mau properti atau industri atau saham, pasar modal maksudnya, ya silakan. Kita tidak bisa mengatur. Kita tidak bisa arahkan itu karena dana dia sendiri,” ucapnya.

Sepanjang tahun 2016, penjualan properti cenderung lesu. Menurut Pengamat Properti Panangian Simanungkalit, pasar properti yang masih cukup baik hanya untuk properti dengan harga Rp500 juta ke bawah dan rumah subsidi. Namun, akhir tahun 2016, Real Estate Indonesia (REI) memprediksi bisnis properti tahun ini bakal naik 15%. Salah satu alasannya adalah adanya amnesti pajak. (*)

Banner Iklan Swamedium

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita