Selasa, 29 September 2020

Alat Berat Tidak Ada, Warga Anyer Gotong Royong Bersihkan Material

Alat Berat Tidak Ada, Warga Anyer Gotong Royong Bersihkan Material

Foto: Anak-anak menyapu air yang masih tergenang di dalam rumah.(Raka/swamedium)

Serang, Swamedium.com— Banjir bandang yang melanda melanda Desa Sindangkarya, Kecamatan Anyer, Serang, Banten, Selasa (4/4) malam menyisakan tumpukan material di pemukiman. Sejak Kamis (6/4) pagi, warga mulai bergotongroyong membersihkan material.

Ketiadaan alat berat di lokasi, membuat warga membersihkan material kayu dan lumpur secara manual. Pihak BPBD Kabupaten Serang hanya mengirimkan dua unit truk untuk membawa material yang dibersihkan warga.

Tidak ada terlihat eskavator atau geledor untuk membersihkan lumpur yang menutup jalan ke pemukiman. Juga tidak ada mesing pemotong kayu atau cinsaw untuk membersihkan material kayu yang menumpuk di antara gang di pemukiman.

Foto: Warga bergotong royong membersihkan material secara manual (raka)

“Sampai sekarang belum ada alat berat untuk mengangkat kayu-kayu tersebut,” ujar Imanudin, relawan siaga bencana.

Ikhsan, salah seorang anggota BPBD Kabupaten Serang yang ditemui Swamedium di lokasi mengakui minimnya peralatan untuk membersihkan sisa material banjir bandang.

“Kami hanya mengerahkan dua mobil untuk mengangkut kayu, sisa material banjir. Ada pun mesin pemtong kayu tidak bisa dipakai karena kekurangan BBM,” katanya.

Dalam musibah banjir bandang itu ada 25 rumah yang rusak dan banyak sawah yang siap panen jadi gagal panen karena tertimbun lumpur. (rk)

Foto kedua: Warga bergotong royong membersihkan material secara manual (raka)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.