Kamis, 04 Juni 2020

Pilkada DKI, GEPRINDO Serukan Hentikan Kecurangan dan Fitnah Jelang Pencoblosan

Pilkada DKI, GEPRINDO Serukan Hentikan Kecurangan dan Fitnah Jelang Pencoblosan

Foto: Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian P Simanjuntak. (Dipo/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Suhu politik di Jakarta jelang 19 April 2017 semakin meningkat. Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) mengharapkan semua pihak dapat menahan diri, bijak, menggunakan diksi-diksi yang meneduhkan, serta menghindari pengkotak-kotakan diri dan kelompok karena beda pilihan dalam pilkada.

“Kita semua paham pilkada merupakan mekanisme dalam memilih pemimpin daerah. Kita pun sebenarnya paham pilkada merupakan perayaan demokrasi. GEPRINDO mengharapkan sebuah ‘pesta’ harus benar-benar tercermin dalam pilkada Jakarta 2017 ini,” Presiden GEPRINDO Bastian P Simanjuntak dalam rilis yang diterima swamedium.com, Kamis (6/4).

Bastian menjelaskan, pesta menurut KBBI adalah perjamuan makan minum (bersuka ria dan sebagainya). Artinya pilkada yang merupakan pesta demokrasi dilevel daerah harusnya menjadikan warga terutama pemilih akan selalu dalam situasi hati penuh keceriaan, satu sama lain saling membantu untuk menghadirkan pesta yang penuh kebahagiaan.

“Namun GEPRINDO malah melihat hal yang sebaliknya terjadi. Kalimat atau pernyataan fitnah seolah menjadi biasa, mengancam warga, menipu, serta perbuataan lain yang cenderung akan merusak pilkada seolah menjadi tradisi serta keharusan yang tak bisa ditawar,” ujarnya.

Pilkada menjadikan warga saling membenci satu sama lain karena beda pilihan padahal harusnya malah sebaliknya, warga Jakarta harus menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia. Warga Jakarta harusnya bergembira penuh suka cita menyambut pemimpin yang akan hadir melalui mekanisme yang kita sepakati bersama.

“GEPRINDO menilai pilkada pada putaran final ini lebih mengkhawatirkan dibandingkan putaran awal. Tersisa dua paslon seolah Jakarta terbagi dua kawasan pula. Skenario curang melalui fitnah lisan maupun tulisan yang telah dan akan dilakukan hendaknya dihentikan segera. Kita tak ingin pilkada menjadi perang batarayuda, atau perang-perang lain yang menumpahkan darah dan menyimpan dendam,” kata Bastian.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.