Jumat, 25 September 2020

Kasus e-KTP, Anas Urbaningrum: “Bedakan Mana Kesaksian Mana Kesurupan”

Kasus e-KTP, Anas Urbaningrum: “Bedakan Mana Kesaksian Mana Kesurupan”

Foto: Mantan Ketua umum Demokrat Anas Urbaningrum menyebutkan, ada unsur kesurupan dalam kasus korupsi e-KTP. Padahal, kerugian negara yang diaudit oleh BPK mencapai Rp2,3 triliun. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum menyebutkan, ada unsur kesurupan dalam kasus korupsi e-KTP. Padahal, kerugian negara yang diaudit oleh BPK mencapai Rp2,3 triliun.

Hal itu diungkapkannya saat tiba di Pengadilan Tipikor. Dimana, Anas akan menjadi saksi kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto. Dengan menggunakan jaket hitam dan kemeja putih, Anas tiba di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (6/4).

“Nggak ada persiapan. Tergantung materi yang ingin didalami. Tapi prinsipnya, saya akan membantu KPK untuk membedakan mana fakta, mana fiksi, membedakan mana cerita kosong, mana keterangan yang benar, membedakan mana fitnah mana fitness, membedakan mana kesaksian maka kesurupan,” ujar Anas.

Anas membantah adanya uang proyek e-KTP yang mengalir kepadanya.

“Begini, soal kongres kan sudah ada sidangnya sendiri. Satu peristiwa masa ada 2 cerita. Kalau mau jernih, mau jeli, dengan mudah bisa bedakan mana karangan, mana yang benar, mana kesaksian, mana kesurupan. Daun jambu saja nggak ada apalagi uang,” ungkap Anas.

Soal pertemuan dengan Andi Narogong, Anas juga tidak mengakuinya. Menurutnya, cerita pertemuannya dengan Andi hanya karangan.

“Kalau itu mudah dicek kan, lewat CCTV kan ada. Kalau aku punya teman namanya Andi juga tapi bukan Andi Narogong. Mudah-mudahan hari ini saya bisa pertama kali bertemu kalau ada atau suatu hari. Ya (ada pertemuan) kan kata itu toh kata makhluk (Nazaruddin) itu toh,” tandasnya. (JM/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.