Kamis, 24 September 2020

Kasus Korupsi e-KTP, Miryam Jadi Tersangka

Kasus Korupsi e-KTP, Miryam Jadi Tersangka

Foto: Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat memberikan keterangan kepada awak media di Gedung KPK, Jumat (17/3). (Jamal/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Miryam S Haryani, politisi Partai Hanura, saksi kasus megakorupsi e-KTP, yang juga mantan anggota Komisi II DPR yang sekarang duduk di Komisi V DPR ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“KPK menetapkan MSH (Miryam S Haryani), di dalam pengembangan terkait kasus e-KTP,” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (5/4).

Miryam menjadi tersangka atas dugaan memberikan keterangan palsu pada saat persidangan perkara korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat. Saat itu, Miryam tak mau mengakui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dirinya pada saat penyidikan.

“Tersangka MSH diduga dengan sengaja memberikan keterangan yang tidak benar dengan terdakwa Irman dan Sugiharto,” kata Febri.

Atas perbuatannya, Miryam disangka melanggar Pasal 22 junto Pasal 35 UU Tipikor.

Miryam merupakan tersangka keempat dalam kasus e-KTP. Sebelumnya dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 3 tersangka yakni Irman, Sugiharto, dan Andi Agustinus alias Andi Narogong. Dalam perkara ini, Irman dan Sugiharto sudah didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

Sebelumnya, Jaksa KPK sudah mengajukan kepada Majelis Hakim Pengadilan Tipikor untuk menjerat Miryam dengan Pasal 174 KUHAP tentang Pemberian Keterangan Palsu. Namun, hakim berpandangan mekanisme penetapan tersangka terhadap Miryam masih harus menunggu pemeriksaan beberapa saksi lain dalam sidang e-KTP.

“Jadi perlu mendengar beberapa saksi. Namun hakim juga memberikan ruang dan mempersilakan KPK melakukan tindakan hukum lain di luar mekanisme 174 KUHAP tersebut,” pungkas Febri. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.