Minggu, 27 September 2020

Proyek LRT Mengabaikan Hak Pejalan Kaki dan Pengguna Bus Transjakarta

Proyek LRT Mengabaikan Hak Pejalan Kaki dan Pengguna Bus Transjakarta

Foto: Proyek Light Rail Transit (LRT) menimbulkan masalah bagi pejalan kaki dan pengguna bus Transjakarta. (nn/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Proyek transportasi publik Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) menimbulkan beberapa masalah bagi sebagian pengguna jalan khususnya pejalan kaki dan pengguna bus.

Kondisi tersebut terlihat di lokasi proyek LRT di Jalan MT Haryono, Kav 46-47, Jakarta Selatan, persis di ujung Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di depan halte bus Transjakarta BUMD, sebagaimana yang dilaporkan sumber swamedium.com

Keberadaan proyek LRT berupa galian yang ditutup pagar seng dinilai mengabaikan hak pejalan kaki dan pengguna angkutan umum.

“Kontraktornya yang dapat amanat untuk bangun LRT Jabodebek tapi gak punya empati kepada kami pejalan kaki dan pengguna Bus transjakarta,” ujar seorang warga kepada swamedium.com, Kamis (6/4).

Padahal, menurutnya LRT adalah bagian dari angkutan umum yang ditunggu oleh masyarakat di Jabodebek.

“Pekerjaan galian ditinggalkan, jorok, berantakan dan bahayakan keselamatan. Sudah lebih dari satu bulan. Kalo hujan, kondisi bisa lebih parah lagi. Kita bisa terjerembab ke gorong-gorong. Belum lagi risiko terkilir karena material konstruksi yang cukup besar,” keluhnya .

Warga yang sehari-hari menggunakan bus Transjakarta tersebut, mengaku melihat, setiap hari selalu saja ada warga termasuk anak-anak yang menyeberang di JPO.

“Setiap hari banyak masyarakat termasuk anak-anak melalui jembatan ini. Padahal untuk proyek seperti ini harus ada manajemen yang berkeselamatan. Sangat prihatin,” tandasnya.

Sementara seorang warga lainnya, mengutarakan kontraktor proyek LRT tidak memiliki manajemen konstruksi yang baik.

“Manajemen konstruksi sepanjang MT Haryono absurd banget, kayak proyek perbaikan kampung gitu, berantakan dan ruang untuk pejalan kaki sangat menyedihkan, padahal kepadatan kendaraannya luar biasa,” kata dia.

“Padahal di belakang pagar-pagar seng itu gak ada kegiatan apa-apa. Cuma gali gali terus ditinggal,” imbuhnya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.