Senin, 21 September 2020

Sidang Putusan Kode Etik DKPP, Ketua KPU DKI Diberikan Sanksi Peringatan

Sidang Putusan Kode Etik DKPP, Ketua KPU DKI Diberikan Sanksi Peringatan

Foto: Sidang putusan kode etik DKPP menjatuhkan sanksi peringatan kepada Ketua KPU DKI Sumarno. (Dipo/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Sidang putusan kode etik oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memutuskan untuk memberikan peringatan kepada pihak teradu Ketua KPU DKI, Sumarno dan Dahlia Umar. Sementara Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti direhabilitasi namanya.

Keputusan tersebut dikeluarkan DKPP pada sidang putusan kode etik yang berlangsung di Kantor DKPP, Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (7/4).

Anggota DKPP Nur Hidayat Sardini menjelaskan, teradu pertama atas nama Sumarno dan teradu kedua Dahlia Umar terbukti melanggar kode etik.

“Perihal penerimaan honorarium dari paslon nomor dua, teradu pertama atas nama Sumarno dan teradu kedua Dahlia Umar terbukti melanggar kode etik. Sanksi bagi mereka adalah diberikan peringatan,”jelas dia.

Sementara teradu ketiga Mimah Susanti tidak terbukti melanggar kode etik sebagai penyelenggara pemilu.

“Untuk teradu ketiga atas nama Mimah Susanti tidak terbukti, dan DKPP memutuskan merehabilitasi nama baiknya,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengakui menerima honor saat menghadiri rapat internal tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, beberapa waktu lalu.

Saat itu, Sumarno mengaku menerima uang sebesar Rp. 3 juta rupiah sebagai honor pembicara pada rapat paslon nomor 2 tersebut. (Dip/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.