Kamis, 21 Januari 2021

Setelah 1 Juli, Taksi Online Harus Ikuti Aturan Baru

Setelah 1 Juli, Taksi Online Harus Ikuti Aturan Baru

Jakarta, Swamedium.com – Batas transisi penerapan peraturan taksi daring alias taksi online dalam Peraturan Menteri Nomor 26/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek pada 1 Juli 2017.

Banner Iklan Swamedium

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Pudji Iskandar, dalam sosialisasi PM 26/2017 di Jakarta, Jumat (7/4), menegaskan, tidak ada lagi toleransi atau revisi terkait peraturan baru itu.

“Tidak bisa direvisi lagi karena ini sudah ketok palu, kalau ada yang bertanya atau merasa kurang jelas, saya tak lagi melayani,” katanya.

Dia menjelaskan transisi ditetapkan karena kondisi masing-masing daerah berbeda. Masa transisi tersebut dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu poin-poin yang berlaku pada 1 April, 1 Juni, dan 1 Juli 2017.

Dia menjelaskan masa transisi itu diperlukan, karena pertama harus melibatkan kementerian/lembaga, misalnya untuk panak, STNK dan akses dashboard.

Kedua, lanjut dia, permintaan masyarakat yang masih membutuhkan waktu dalam penyesuaian dan pemenuhan peraturan tersebut.

Ketiga, Iskandar bilang, ada penyesuaian antara taksi konvensional dengan taksi daring. “Untuk yang belum bisa memenuhi syarat sebaiknya jangan beroperasi dulu, penuhi dulu selama transisi,” katanya.

Setelah masa transisi 3 bulan yang dimulai pada 1 April ini selesai pada 1 Juli 2017, maka penyelenggara usaha Taksi Online harus menerapkan 11 poin aturan baru yang dikeluarkan oleh peraturan menteri perhubungan. (Antaranews.com)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita