Sabtu, 23 Januari 2021

Tidak Main-main dengan DP Nol, Anies-Sandi akan Bentuk BLUD

Tidak Main-main dengan DP Nol, Anies-Sandi akan Bentuk BLUD

Foto: Pengamat perkotaan Marco Kusumawijaya mengatakan, pemerintah wajib membantu masyarakat untuk mendapatkan hunian. Rumah adalah salah satu kebutuhan wajib. (asmc)

Jakarta, Swamedium.com – Salah satu permasalahan yang paling menonjol adalah hunian atau tempat tinggal. Janji kerja Anies Baswedan dan Sandiaga Uno adalah membuka kesempatan warga Jakarta untuk memiliki hunian melalui program Down Payment (DP) 0 (nol). Untuk membantu itu, akan dibentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang mengelola perumahan bagi warga Jakarta.

Banner Iklan Swamedium

Pengamat perkotaan Marco Kusumawijaya mengatakan, pemerintah wajib membantu masyarakat untuk mendapatkan hunian. Rumah adalah salah satu kebutuhan wajib. Bukan komoditas yang hanya sekadar dagangan.

“Namun saat ini, terutama generasi milenial nantinya, tidak akan mampu membeli hunian di Jakarta,” ujarnya saat menghadiri diskusi Hunian Terjangkau di Kantor Tempo, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (7/4).

Marco menambahkan, salah satu komponen yang menyebabkan harga hunian kian meningkat adalah biaya tanah. Namun pemerintah bisa menangani hal tersebut. Bahkan Marco mencotohkan dua kepala daerah di luar negeri juga melakukan hal serupa.

“Wali Kota London dan New York sudah membuat program hunian terjangkau di wilayahnya,” ujar Juru Bicara Anies-Sandi itu.

Untuk itu, lanjutnya, Anies-Sandi berencana akan mendirikan BLUD. BLUD itu yang akan mengatur perumahan bagi warga Jakarta. Sehingga harga hunian bisa tetap terkontrol.

“Misal ada yang mau menjual kembali huniannya. Harus lewat BLUD. Sehingga bisa tidak terlampau tinggi dan tetap sesuai koridor. Pembelinya juga lewat dari BLUD itu,” ucapnya.

DP nol sendiri, lanjut Marco, tidak melanggar aturan. Sebab sudah banyak pengembang yang melakukan hal itu. Termasuk salah satunya adalah menjual rumah di pulau reklamasi. Pada dasarnya, lanjutnya, DP itu digunakan untuk membangun bangunan itu serta menguji kredibilitas pembeli.

Cicilan pun akhirnya akan menyesuaikan kemampuan pembelinya. Dan itu akan menentukan lama tenornya.

“Yang penting warga tidak boleh terusir dari tanahnya sendiri,” pungkasnya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita