Kamis, 01 Oktober 2020

Longsor Lagi di Jawa Timur, Tim SAR Cari 5 Orang yang Diduga Tertimbun di Nganjuk

Longsor Lagi di Jawa Timur, Tim SAR Cari 5 Orang yang Diduga Tertimbun di Nganjuk

Foto: Tim SAR dan TNI mendeteksi lokasi korban tertimbunnya tanah longsor di Nganjuk, Jawa Timur, Minggu (9/4). (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Bencana longsor kembali terjadi di wilayah Jawa Timur. Perbukitan dengan kemiringan cukup curam dan tanah gembur longsor di Dusun Dlopo Desa Kepel Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur pada Minggu (9/4) sekira pukul 14.00 Wib.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya yang diterima redaksi swamedium.com, menyebutkan, longsor terjadi pada kondisi cuaca tidak ada hujan, hanya mendung. Material longsor menuruni lereng menimbun warga yang sedang beraktivitas di ladang dan sawah di bagian bawah di pinggir sungai.

“Satu orang dipastikan tertimbun longsor yaitu Paidi (55) warga Dusun Njati Desa Blongko. Sedangkan 4 orang diduga tertimbun longsor yaitu Kodri (15 tahun, warga Dusun Sumber Bendo), Doni (23 tahu, warga Dusun Sumber Bendo), Dwi (17 tahun, warga  Dusun Sumber Bendo), dan Bayu (14 tahun, warga Dusun Sumber Bendo),” ujarnya dalam pesan tertulis.

Saat ini, BPBD Nganjuk masih melakukan pendataan di lokasi longsor mengingat keempat warga yang diduga tertimbun longsor tersebut berasal dari desa lain.

Sementara, lanjut Sutopo, material longsor menutup aliran sungai dengan ketinggian 10 meter sehingga membentuk bendung alami. Pada pukul 17.00 Wib, bendungan tersebut sudah terbuka sehingga aliran sungai kembali mengalir. Luas longsoran sekitar 3 hektar dengan tanaman cengkeh dan mangga di perbukitan.

Sutopo mengungkapkan, sebelumnya pada awal tahun 2015, di perbukitan Dusun Dlopo ini sudah terdeteksi adanya retakan selebar 5-10 centimeter dengan panjang 50 meter.

“Retakan tersebut makin meluas, dimana pada awal tahun 2016 mencapai lebar 20 centimeter dan panjang 200 meter. BPBD Kabupaten Nganjuk sudah memberitahukan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di lereng yang rawan longsor,” ungkapnya.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.