Jumat, 25 September 2020

M Taufik: Suket Bisa Jadi Pintu Masuk Penggelembungan Suara

M Taufik: Suket Bisa Jadi Pintu Masuk Penggelembungan Suara

Jakarta, Swamedium.com — Polemik surat keterangan (Suket) sebagai pengganti e-KTP untuk memilih pada 19 April 2017 terus disoal.

Wakil Ketua Tim Kampanye Pasangan Anies Baswedan – Sandiaga Uno, Muhamad Taufik menegaskan, suket merupakan pintu masuk kecurangan pada pada hari pencoblosan.

Taufik meminta, KPU DKI tidak mengurusi data kependudukan karena itu merupakan kewenangan pemprov. Sebagai penyelenggara pemilu, harus fokus melakukan memastikan data pemilih.

Berdasar, UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang administrasi kependudukan. Pasal 6 menyatakan, Pemerintah kabupaten/kota berkewajiban dan bertanggungjawab menyelenggarakan urursan administrasi kependudukan yang dilakukan bupati/walikota dengan kewenangannya.

“Makanya, kami akan minta data 120 ribu Suket ke Disdukcapil. Ini untuk memastikan suket memang yang keluar pada 19 April sesuai jumlah,” jelasnya.

Dia menjelaskan, warga DKI yang sudah merekam E-KTP sebanyak 120 ribu. Karena itu, suket yang dikeluarkan harus sesuai dengan jumlah tersebut. Jika, lebih maka sudah bisa dipastikan ingin bermain dengan data kependudukan untuk menggelembungkan suara.

“Niat curang ini,” sergahnya.

Menurut Taufik, Sinyalemen pengerahan massa untuk mencoblos pada putaran kedua memang tidak bisa dinafikkan. Jika, disdukcapil melebihkan penerbitan suket di atas 120 ribu.

“Kami akan sisir juga data suket untuk memastikan apakah invalid atau tidak,” ucap Taufik. (ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.