Selasa, 11 Mei 2021

Drama Penyanderaan Angkot Rawamangun Berakhir dengan Tembakan

Drama Penyanderaan Angkot Rawamangun Berakhir dengan Tembakan

Foto: Drama penyanderaan dengan motif perampokan penumpang berakhir dengan tembakan. (isT)

Jakarta, Swamedium,com — Drama perampokan dengan menyandera penumpang di angkutan kota KWK-T25 Rawamangun-Pulogebang Jakarta Timur, Minggu (9/4) malam berakhir dengan ditembaknya sang pelaku. Adalah Aiptu Sunaryanto, anggota Satlantas Polres Jakarta Timur yang menjadi heronya.

Banner Iklan Swamedium

Kejadian perampokan itu berawal ketika Angkot T25 sedang membawa 4 penumpang, 3 perempuan dewasa dan seorang anak. Di kawasan Buaran naik sang pelaku dan duduk dekat seorang ibu yang membawa anaknya.

Pelaku yang kemudian diketahui bernama Hermawan (27) langsung menodongkan pisau ke leher wanita yang membawa anaknya.

“Saya dan ibu yang jadi sanderaannya langsung diminta handphone. Dia terus mepet saya sambil menyuruh korban sanderaannya duduk di bawah kursi angkot,” kata Isnawati, salah seorang korban, seperti dikutip merdeka.

Tak puas mengambil gawai (ponsel) para korban, perampok juga meminta uang dan perhiasan yang dimiliki Isnawati.

“Sontak saya lawan, katanya cuma minta handphone, sudah enggak usah minta yang lain sekarang lepasin itu ibu dan anaknya. Semakin dilawan perampoknya itu semakin ganas perlakuannya. Dia mengancam akan membunuh ibu yang disanderanya itu dengan pisau di tangannya,” ujar Isnawati.

Isnawati berhasil lolos dari perampok saat angkot berhenti di perempatan lampu merah. Selain dia, sopir dan seorang penumpang lainnya yang duduk di depan ikut kabur. Tinggalah Risma dan anaknya yang disandera perampok.

Korban yang lolos langsung minta tolong ke warga sekitar. Warga pun datang. Namun melihat ada korban yang dalam ancaman senjata tajam di lehernya, warga tidak bisa berbuat banyak.

Pada saat itulah Aiptu Sunaryanto yang sedang lepas dinas datang. Dia saat itu sedang melintas di lokasi. Namun karena ada kejadian, Sunaryanto langsung turun.

Negoisasi coba dilakukan polisi dengan pelaku. Namun pelaku tidak mengendurkan ancamannya.

Sunaryanto dengan tenang, dan sabar, berusaha mencari celah menunggu kelengahan pelaku. Saat melihat tangan pelaku mengendur, Sunaryanto langsung menarik pistolnya dan menembak tangan kanan Hermawan. Hermawan tak berdaya dan Suharyanto langsung meringkusnya.

Drama menegangkan itu berakhir sudah dengan hasil yang memuaskan. Risma dan anaknya selamat, hanya luka kecil di leher dan tangan Risma. Sedangkan pelaku langsung diamankan ke Polsubsektor Klender agar tak diamuk massa. (*/d)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita