Minggu, 24 Mei 2020

Fadli Zon: Video Kampanye Ahok, Bukti Ahok Berbahaya dan Terbiasa Rasis

Fadli Zon: Video Kampanye Ahok, Bukti Ahok Berbahaya dan Terbiasa Rasis

Foto: Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. (Joko/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menanggapi video kampanye Ahok yang disebar melalui akun @basuki_btp milik Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Fadli mengatakan dengan tegas, Jelas video tersebut memberikan pesan yang tidak baik berbahaya serta bisa memecah belah kerukunan dan persatuan bangsa Indonesia.

“Karena Jelas di video tersebut menyebarkan satu persepsi seolah-olah di Jakarta dan juga masyarakat muslim itu penuh kekerasan, apalagi di situ ada tulisan ‘Ganyang China’ dan lain-lain”, Kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/4).

Menurutnya, ini adalah sebuah kampanye yang sangat buruk, yang pernah ada di Indonesia jangan sampai kampanye tersebut ditiru oleh yang lain.

“Justru dengan adanya​ video kampanye dari Ahok, semakin menandakan bahwa ahok itu memang terbukti rasis, padahal selama ini ahok bersama pendukungnya sering menunding tuduhan-tuduhan rasis, jadi siapa yang sebenarnya rasis” jelas Fadli.

Fadli pun menuturkan, saya rasa Ahok sudah berulang kali menyinggung umat beragama terkhususnya​ umat Islam, terlebih kasus penistaan agama yang membelit dirinya seharusnya itu jadi pelajaran bagi dirinya.

“Saya kira ini kasusnya (ahok) bertambah lagi, Jadi seolah-olah umat Islam mau mengganyang orang china, jelas ini merupakan tindakan memecah belah, sangat berbahaya dan harus ada tindakan”, tegas Fadli.

Ia melanjutkan, ini sudah merupakan tindakan pelanggaran dan harus dilaporkan ke pihak kepolisian bahkan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Karena perbuatan tersebut tak cukup hanya dengan minta maaf, sebab, Ahok sudah berulangkali melakukan hal tersebut.

“Saya rasa tidak cukup minta maaf, saya kira ini sangat membahayakan dan harus dihentikan kampanye seperti itu”, pungkasnya. (JM/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.