Jumat, 25 September 2020

Komisi III DPR: Terkait Isu ISIS, Kapolri dan Densus 88 Jangan Menambah Kegaduhan Baru

Komisi III DPR: Terkait Isu ISIS, Kapolri dan Densus 88 Jangan Menambah Kegaduhan Baru

Foto: Muhammad Nadir Umar, anggota DPRD Bondowoso yang juga poltisi PKS. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Nadir Umar, bersama seorang temannya bernama Budi Mastur, dideportasi ketika melewati perbatasan Turki-Suriah. Atas insiden tersebut menimbulkan isu bahwa yang bersangkutan merupakan anggota ISIS.

Menanggapi isu tersebut, anggota DPR RI Komisi III Bambang Soesatyo berencana akan memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menjernihkan isu yang beredar.

“Minggu depan kita akan panggil Kapolri untuk mendalami ini apakah yang bersangkutan diusir, disuruh keluar atau dideportasi. Kami mendapatkan informasi yang bersangkutan melakukan kunjungan kerja ke Turki,” kata Bambang di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/4).

Menurutnya, seharusnya Densus 88 agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar jangan serampangan dan Densus 88 jangan menambahkan kegaduhan-kegaduhan yang baru.

“Sebaiknya Densus juga lebih menyaring informasi dari Turki, terlebih yang bersangkutan adalah anggota dewan dan partai politik,” tuturnya.

Bambang melanjutkan, apabila ada isu yang beredar mengenai ISIS, Densus 88 bisa menyaring informasi yang benar valid atau tidak isu tersebut dan jangan membuat kegegeran-kegegeran baru.

“Tetapi pendapat Densus yang berkaitan dengan ISIS, ke depan kita akan menyaring berita-berita seperti ini agar tidak terjadi kegegeran-kegegeran karena kita sudah banyak kegegeran,” tegas Bambang.

Sebagaimana diketahui, Muhammad Nadir Umar bersama temannya Budi Mastur dijemput pada Sabtu (8/4) pukul 15.00 WIB, setelah dideportasi dari Turki melalui Malaysia. Nadir di Bandara Juanda Surabaya, sementara Budi Mastur dideportasi melalui Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Rikwanto sebelumnya telah mengatakan, keduanya masuk ke wilayah Suriah dengan alasan relawan misi kemanusiaan, yang merupakan relawan dari Yayasan Qouri Umah. Rencana dana yang disalurkan oleh yayasan ini, sebesar 20.000 dolar AS yang akan didonasikan kepada pengungsi di Turki dan Lebanon. (JM)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.