Senin, 25 Mei 2020

Pendekatan Dakwah Paling Cocok Untuk Bisnis Syariah

Pendekatan Dakwah Paling Cocok Untuk Bisnis Syariah

Jakarta, Swamedium.com – Praktisi Ekonomi Keuangan Syariah Imam Saptono mengatakan pendekatan pemasaran tidak relevan lagi digunakan dalam pengembangan bisnis keuangan syariah. Strategi yang tepat adalah melalui pendekatan dakwah.

Mantan Dirut BNI Syariah Imam Saptono mengatakan pendekatan pemasaran (sebagaimana dilakukan pada bisnis umumnya) tidak relevan lagi untuk mengembangkan bisnis keuangan syariah, tapi harus pendekatan dakwah.

“Karena ekonomi syariah adalah bagian dari risalah Islam,” ujar Imam Saptono sebagaimana dikutip oleh republika.co.id.

Dia membawa visi menjadikan ekonomi syariah sebagai mainstream ekonomi, bukan ekonomi alternatif. Ekonomi syariah ini bersumber pada Quran dan Sunnah, bukan sekedar akal. “Akal dipakai kalau sudah ada iman,” kata Imam.

Menurut Imam, industri perbankan syariah dan lembaga sosial ziswaf harus berjalan beriringan dan saling melengkapi.

“Bank syariah idealnya mengajak nasabahnya untuk membayar zakat, sedekah dan wakaf. Dan lembaga sosial juga mengingatkan agar dana zakat yang dibayarkan bukan hasil riba,” tutur Imam.

Sementara itu, Perencana Keuangan Ahmad Gozali menyinggung dua masalah yang dihadapi pelaku usaha khususnya usaha mikro kecil menengah (UMKM) saat ini. Ia mengibaratkan mengelola usaha itu seperti menyetir. Masalah pertama yaitu banyak yang menyetir tanpa melihat. Dan kedua, banyak menyetir dalam kondisi mabuk.

“Bagaimana tidak dibilang seperti menyetir tanpa melihat kalau ditanya berapa omsetnya tidak tahu persis karena tidak memiliki catatan keuangan yang baik. Bahkan bukan cuma bisnisnya, keuangan pribadinya juga tidak tahu persis bagaimana kondisinya,” tutur Gozali.

Karena keuangan bisnisnya berantakan, maka kemudian perlu mencari tambahan modal. Tapi celakanya modalnya diperoleh dengan pinjaman riba. Dalam Alquran disebutkan bahwa orang yang kena penyakit riba itu tidak dapat berdiri selain akan seperti berdirinya orang yang mabuk atau gila.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.