Kamis, 01 Oktober 2020

BPS Publikasikan Data Upah Buruh Tani

BPS Publikasikan Data Upah Buruh Tani

Jakarta, Swamedium.com – Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mempublikasikan statistik Upah Buruh Tani di Pedesaan 2016. Publikasi ini menampilkan data rata-rata upah buruh tani dari lima subsektor pertanian.Upah buruh tani pangan harian baru berada dikisaran Rp40 ribu-Rp50 ribu.

Publikasi ini merupakan seri publikasi tahunan yang menyajikan data upah buruh tani perdesaan subsektor tanaman pangan, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan. Data dikumpulkan melalui survei statistik harga-harga di perdesaan yang dilakukan setiap bulan di seluruh provinsi di Indonesia, kecuali DKI Jakarta.

Yang masuk kategori buruh adalah seseorang yang melakukan kegiatan/pekerjaan dengan tidak menanggung risiko terhadap hasil produksi dan bertujuan mendapatkan upah. Upah yang disajikan disini adalah upah yang diberikan dalam bentuk uang per orang dalam satu hari.

Publikasi BPS ini menampilkan rata-rata upah buruh tani dari lima subsektor pertanian, antara lain subsektor tanaman pangan. Upah buruh tani yang tercakup dalam subsektor ini terdiri dari 8 jenis kegiatan. Empat diantaranya adalah membajak, mencangkul, menuai/memanen dan merambet.

Butuh tani yang kegiatannya membajak atau mengolah lahan dengan menggunakan bajak dan garu yang menggunakan traktor maupun hewan mendapat upah sebesar Rp53.158 per hari. Sedangkan mencangkul atau mengolah lahan dengan menggunakan cangkul mendapat upah Rp51.120 per hari.

Untuk buruh tani yang menuai/memanen, yaitu mereka yang memetik hasil dari produk pertanian mendapat upah Rp44.978 per hari, sementara buruh tani yang mata pencahariannya merambet atau menggarok mendapat upah Rp40.937 per hari.

Dengan perolehan upah harian dikisaran Rp40 ribu-Rp50 ribu, tentu sulit untuk dikatakan buruh tani kita sudah sejahtera. (maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.