Selasa, 19 Januari 2021

KPI: Ada 8 Indikasi Pelanggaran dalam Video Kampanye Ahok

KPI: Ada 8 Indikasi Pelanggaran dalam Video Kampanye Ahok

Foto: Video kampanye Ahok yang diunggah akun twitter Ahok mengundang kecaman publik. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis menyatakan apabila video kampanye Ahok-Djarot yang berdurasi 3 menit tidak mengalami proses editing, akan berpotensi melakukan pelanggaran.

Banner Iklan Swamedium

“Kalau yang durasi 3 menit ada 8 indikasi pelanggaran. Tapi kalau dipotong-potong mungkin tidak akan jadi pelanggaran. Tapi kalau ini keluar di TV, ada 8 pelanggaran,” kata Yuliandre di Kantor KPI, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (11/4) seperti dilansir dakwah media.

Pihaknya menyatakan banyak pihak yang mengadukan video tersebut lantaran dinilai bernada SARA dan menyinggung umat Islam. Namun, pihaknya belum bisa menyatakan sikapnya menanggapi laporan dari Perkumpulan Indo Digital Volunteer yang diketuai Anthony Leong.

“Sebenarnya yang lapor tentang video ini banyak tapi yang secara resmi baru ini (laporan Anthony Leong). Kami juga lakukan monitoring. Iklan ini berbeda dengan iklan di media sosial dan media baru. Di media baru viralnya sudah kemana-kemana. Ada satu iklan yang durasinya 30 detik itu sudah keluar kemana-mana,” ungkapnya.

Sementara menurut Anthony, pihaknya melaporkan video kampanye Ahok-Djarot itu kepada KPI guna menghindari tayangnya video tersebut di media televisi. Ia menilai video itu bisa memperkeruh suasana jelang digelarnya Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua.

“Kami tidak mau mencederai demokrasi dan seluruh elemen bangsa. Saya hadir sebagai pemerhati medsos. Kita tidak ingin medsos diisi dengan konten seperti ini,” jelas Anthony.

Sebelumnya, melalui akun Twitter @basuki_btp, Ahok merilis sebuah video kampanye bertema keberagaman. Video berdurasi 2 menit itu berisi suara pidato Djarot. Hal yang memicu kecaman publik adalah terdapat adegan beberapa orang menggunakan peci dan sorban saat melakukan aksi unjuk rasa yang dinilai menyudutkan Islam di Indonesia. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita