Jumat, 25 September 2020

Tito: Pengusaha Nonpribumi dan Muslim Perlu Berkolaborasi

Tito: Pengusaha Nonpribumi dan Muslim Perlu Berkolaborasi

Jakarta, Swamedium.com – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian melontarkan wacana perlunya kolaborasi antara para konglomerat Indonesia dengan pengusaha pribumi muslim. Kolaborasi itu diyakininya bakal menghilangkan dikotomi antara pebgusaha nonpribumi versus pengusaha muslim akibat kesenjangan ekonomi.

Hal itu disampaikan Tito ketika menyampaikan orasi ilmiah dalam acara pelantikan pengurus Badan Koordinasi HMI Sumatera Bagian Selatan di Gedung Keratun Kompleks Pemerintah Provinsi Lampung, Bandar Lampung, Jum’at (7/4/2017) malam.

Menurut Tito, munculnya gagasan tersebut dilatarbelakangi hasil diskusi antara dia dengan para tokoh MUI seperti Din Syamsudin, Didin Hafidudin, dan Zaitun Rasmin.

Kondisi objektf Indonesia saat ini, menurut Tito, memerlukan sokongan investasi dari sektor swasta dalam negeri maupun penanaman modal asing. Hal itu mutlak diperlukan karena untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen tidak cukup hanya mengandalkan APBN.

Berdasarkan catatan majalah Forbes, lanjut dia, 100 orang terkaya di Indonesia atau yang sering disebut konglomerat itu sebagian besar adalah warga keturunan Tionghoa. Kontribusi mereka dalam bentuk investasi dalam negeri harus diberi ruang agar mereka tidak mengarahkan modalnya ke luar negeri.

Namun demikian, untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkeadilan, perlu mengakomodir kepentingan para pemegang kapital tersebut sekaligus menguntungkan masyarakat lokal, rakyat kecil, ekonomi kerakyatan dan terutama masyarakat yang dominan muslim.

“Duit konglomerat jangan dibawa ke luar negeri, investasikan saja di dalam negeri tapi untungnya jangan dimakan sendiri, kalau bisa mesti berkolaborasi dengan pengusaha muslim,” kata Tito.

Dikotomi
Kolaborasi tersebut, kata Tito, sekaligus bisa menghapus persepsi adanya dikotomi antara pengusaha nonpribumi versus pengusaha muslim. Gagasan soal perlunya dialog antara konglomerat dan pengusaha muslim tesebut kemudian disampaikan Tito kepada Presiden Jokowi dan mendapat respon yang positif.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.