Selasa, 29 September 2020

Warga Kampung Aquarium: Saya Sopir Angkot, Makin Sulit Sejak Digusur

Warga Kampung Aquarium: Saya Sopir Angkot, Makin Sulit Sejak Digusur

Foto: Junaedi, sopir angkot warga Kampung Aquarium yang bercerita kehidupannya makin sulit sejak digusur. (Dipo/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Warga Kampung Aquarium, Penjaringan Jakarta Utara yang menjadi korban penggusuran oleh Petahana Basuki T. Purnama hari ini memperingati satu tahun peristiwa penggusuran tersebut.

Salah satu warga yang hadir dalam acara tersebut adalah Junaedi (35), yang berprofesi sebagai sopir angkot mengaku tinggal di rusun Marunda bukan solusi penggusuran, terbukti, kehidupannya makin sulit sejak digusur.

“Tinggal di rusun bukan solusi, kehidupan di rusun makin susah, belum lagi adanya taksi online yang bikin kami sopir angkot makin sulit. Sudah digusur, nyari uang susah,” lirihnya.

Junaedi mengaku sejak tinggal di rusun, dirinya dan warga lain selalu ada yang mengintimidasi.

“Tinggal di rusun diintimidasi warga yang sudah lebih dulu tinggal di situ, mereka mengintimidasi kami dengan cara mendiamkan kami, Kami ini kan warga korban penggusuran, digusur kondisinya sulit, kenapa nggak mau menyapa? Apa karena mereka tahu kami dukung paslon yang tidak sesuai dengan mereka?,” ungkapnya.

Dirinya dan warga lainnya tidak akan bertindak di luar hukum dan pada pilkada DKI putaran kedua memastikan tidak akan memilih gubernur petahana.

“Yang jelas kami tidak akan melawan, dan pasti kami tidak akan mau memilih gubernur tukang gusur. Dan kami berharap gubernur yang baru akan membawa perubahan buat kami,” pungkasnya. (dip)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.