Senin, 01 Juni 2020

Jatim Tingkatkan Kerjasama Dengan Singapura

Jatim Tingkatkan Kerjasama Dengan Singapura

Foto: Jatim akan meningkatkan kerjasama dengan Singapura terutama di bidang ekonomi, pendidikan vokasional dan pariwisata. (Ari/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com – Jatim akan meningkatkan kerjasama dengan Singapura terutama di bidang ekonomi, pendidikan vokasional dan pariwisata. Hal itu disampaikan Gubernur Jatim Dr H Soekarwo saat menerima Kunjungan Duta Besar Indonesia Untuk Sngapura Ngurah Swajaya, di Gedung Negara Grahadi, Rabu (12/4).

Menurut Soekarwo, Singapura merupakan industri keuangan besar di dunia.

“Sebagai negara yang paling dekat, kita harus memanfaatkan dengan baik. Investasi Singapura di Jatim menempati peringkat dua tahun lalu mencapai US$ 5 miliar lebih,” ujarnya.

Yang harus dilakukan, lanjutnya, pendekatan yang lebih intensif lagi tentang peluang yang paling baik Kita harus gandengan tangan terus dengan Singapura lewat Dubes RI di Singapura. Tadi sudah diberikan informasi mengenai berbagai peluang dan langkah-langkah selanjutnya.

Di ASEAN 40 % penduduknya di Indonesia. Jatim sangat strategis sebagai center gravity di Indonesia bagian Timur, dan pasar yang bagus karena tempat yang paling tepat untuk investasi karena logistik conectivity-nya paling efisien.

Sementara itu, Dubes Ngurah swajaya menjelaskan, potensi Jatim besar, dan sekarang ini Jatim mulai dilirik menjadi destinasi/ daerah tujuan ekspansi Singapura di bidang investasi, pariwisata dan perdagangan. Alasannya, antara lain karena konectivitas dan peran dukungan Jatim untuk pengembangan Indonesia Bagian Timur.

Singapura tertarik untuk menanamkan investasi. Ini peluang untuk dipertemukan kedua negara. Karena Singapura tidak mungkin lagi mengembangkan industri di dalam negeri sehingga melirik destinasi yang lain dan kebetulan Singapura – Indonesia tergabung MEA.

“Jatim sangat berpotensi untuk menjadi pasar ASEAN yang jumlah 600 juta konsumen,” ujarnya.

Komoditas utama non migas Jatim yang di ekspor ke Singapura adalah perhiasan/ permata , alat rumah tangga / furniture, dan ketiga farmasi/ herbal. Th 2016 surplus US$ 223 juta. Hal yang perlu dtingkatkan yaitu pembelian mesin dari Singapura. Tahun 2016 mengalami penurunan 55 – 60 %.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.