Rabu, 03 Juni 2020

Liberalisasi Ekonomi Bukan Pilihan Tepat Bangsa ini

Liberalisasi Ekonomi Bukan Pilihan Tepat Bangsa ini

Jakarta, Swamedium.com – Kisruh dengan investor asing yang saat ini kerap mengemuka adalah buah dari kegemaran bangsa ini mengundang pemodal asing. Kita tidak menutup mata bahwa membuka pintu seluas-luasnya untuk investor asing telah menjadi agenda utama dari Pemerintahan Jokowi dan juga rezim sebelumnya.

Masuknya modal asing sebesar-besarnya dalam bentuk investasi langsung (foreign direct investment/FDI) dianggap sebagai dewa penolong untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi pengangguran. Indikasi ini makin terasa seiring dengan tren investasi yang semakin meninggi. Di berbagai daerah masing-masing kepala daerah berlomba-lomba agar daerahnya menjadi sasaran investor. Masuknya modal asing itu diyakini sebagai obat mujarab untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Faktanya, keberadaan investor asing tidak selalu manis dirasa. Kini, beragam masalah mulai muncul akibat keberadaan penanaman modal asing (PMA) itu, seperti kasus Freeport, Blok Cepu, industri semen, tenaga kerja Tiongkok, Lion Air, kerusakan lingkungan dan lainnya. Kemudian, masalah keadilan ekonomi dan semakin melebarnya kesenjangan ekonomi.

Berbagai survei pemeringkatan Orang Terkaya di Indonesia mengungkapkan bahwa harta 4 orang terkaya di Indonesia itu, nilainya sama dengan harta lebih dari 100 juta rakyat Indonesia. “Yang kaya semakin kaya. Yang miskin semakin miskin,” begitu realitanya.

Idealnya, masuknya modal asing itu membuat rakyat makin sejahtera dan pemerataan ekonomi. Kalau tidak, mengapa ini dipertahankan? Beragam pertanyaan mulai mengusik benak rakyat. Indonesia itu negara kaya raya. Berbagai sumber daya alam punya, komplit. Di negeri ini, apapun yang ditanam pasti tumbuh. Bila dibandingkan, Arab Saudi yang negerinya tandus dan hanya punya minyak saja bisa kaya raya, kenapa rakyat disini tetap miskin?

Berbagai analisapun muncul untuk tujuan instropeksi dan mengoreksi manajemen yang dilakukan bangsa ini. Salah satunya disampaikan oleh Dwi Gema Kumara, Bendara Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Depok dalam tulisannya di Kompas.com (10/4) yang berjudul ‘Liberalisasi Ekonomi Menggerus Kedaulatan dan Memperlebar Ketimpangan’ sebagaimana kutipan dibawah ini.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.