Sabtu, 18 September 2021

BNI Syariah Garap KPR Berbasis Kepemilikan Aset Tetap

BNI Syariah Garap KPR Berbasis Kepemilikan Aset Tetap

Jakarta, Swamedium.com – Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah mengenalkan model bisnis baru, yakni pembiayaan rumah berbasis kepemilikan aset tetap (fixed asset). Di model ini, BNI Syariah membeli dahulu rumahnya secara langsung (cash), baru kemudian rumah itu dijual kepada nasabah.

Banner Iklan Swamedium

Produk yang diberi nama ‘BNI Griya Swakarya iB Hasanah’ tersebut merupakan model bisnis syariah dengan dasar akad murabahah atau jual beli. Dengan akad murabahah, BNI Syariah terlebih dahulu menguasai aset properti yang akan dikelola, dibangun, dan dijual. Aset ini dalam neraca masuk dalam pos persediaan bank. Secara syariah, akad murabahah dinilai lebih sempurna karena objek yang diperjualbelikan telah dikuasai oleh bank.

“Jadi nasabah tidak beli kepada dua pihak, tapi langsung ke bank sehingga lebih memudahkan nasabah,” jelas Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, kepada wartawan seusai peluncuran BNI Griya Swakarya iB Hasanah di Bogor seperti dikutip republika.co.id.

Sebagai permulaan, BNI Syariah telah membeli tiga rumah di perumahan Terra Maharani, Bogor. “Total ada 49 unit di sini. Tapi, kita ambil tiga dulu,” ujar Abdullah.

Menurut dia, manfaat model bisnis tersebut bagi masyarakat, antara lain dapat memangkas harga property yang sebelumnya mengandung harga pokok plus margin dari pengembang dan margin dari pembiayaan bank. Dengan demikian, harga properti dengan model bisnis ini lebih kompetitif.

Sebab, jelas dia, komponen biayanya menjadi hanya terdiri dari harga pokok plus margin pembiayaan bank saja. Ke depan, BNI Syariah berencana untuk bekerja sama dengan pengembang lokal untuk pengembangan produk ini, sehingga bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Firman melanjutkan, BNI Syariah tahun ini menargetkan pembiayaan Rp50 miliar untuk produk terbaru ini, sehingga akan ada sekitar 25 sampai 30 unit yang akan dibeli. Selain di Bogor, BNI Syariah berencana mengembangkan model bisnis baru ini di Bekasi, Jawa Timur, dan lainnya.

“Model seperti ini harus disosialisasikan. Sampai sekarang saya masih sosialisasi ke daerah-daerah potensi agar mereka paham dan mengerti,” tambah Abdullah. Tiga rumah yang dibeli di Bogor itu harganya sekitar Rp1,5 miliar hingga Rp 2 miliar per unit. Dengan luas tanah antara 120 meter sampai 140 meter per unit.

Abdullah menjelaskan, karena sistemnya murabahah maka tidak fokus pada uang muka atau down payment (DP) melainkan jual beli. “Jadi kalau ada yang mau beli pada saat penjualannya jatuh tempo, ada yang namanya margin. Margin itu yang kita bagi,” tuturnya.

Dirut baru BNI Syariah ini berharap sepanjang tahun ini, produk BNI Griya Swakarya iB Hasanah bisa tumbuh 20 sampai 25 persen. “Di sini kita sasar segmen menengah. Nanti untuk segmen kecil ada lagi produknya,” tambah Abdullah. (*)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita