Selasa, 29 September 2020

Garuda Indonesia Raup Keuntungan 124 Miliar Rupiah

Garuda Indonesia Raup Keuntungan 124 Miliar Rupiah

Jakarta, Swamedium.com – PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) berhasil meraih kinerja positif dan meraup keuntungan. Maskapai BUMN ini selama tahun 2016 mencatatkan laba bersih sebesar 9,36 juta dolar AS atau setara Rp124,5 miliar (kurs Rp13.300 per dolar AS).

Tahun lalu, perseroan mengangkut 35 juta penumpang dari Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia.

“Seperti kita ketahui tren pertumbuhan industri penerbangan di dunia khususnya Asia Pasifik mengalami tekanan sejak lima tahun terakhir, mulai dari perlambatan ekonomi global hingga mempengaruhi daya beli masyarakat, namun Garuda Indonesia Group masih tetap bisa mempertahankan kinerja positifnya,” kata Arif Wibowo yang saat itu masih menjabat Dirut dalam analyst meeting.

Kendati persaingan bisnis maskapai ketat, frekuensi penerbangan Garuda Indonesia juga meningkat 9,89 persen menjadi 274.969 penerbangan dari total 249.974 penerbangan di tahun 2015.

“Peningkatan frekuensi penerbangan tersebut sejalan dengan upaya perusahaan melakukan ekspansi jaringan penerbangan baik domestik maupun internasional,” kata Vice President Corporate Communicaton Garuda Indonesia Benny S Butarbutar melalui keterangan tertulisnya, Rabu (12/4).

Pendapatan Lain

Sementara itu, Garuda Indonesia Group juga berhasil mencatatkan peningkatan sektor pendapatan lainnya yang terdiri dari komponen pendapatan tambahan “ancillary revenue”, pendapatan sektor “strategic business unit” (SBU), hingga sektor lainnya dengan capaian sebesar 392 juta dolar AS atau meningkat 13,7 persen dibandingkan 2015 lalu sebesar 344,6 juta dolar AS.

Kinerja operasional Garuda Indonesia dalam hal tingkat ketepatan waktu penerbangan (on time performance/OTP) pada 2016 mencapai 89,51 persen atau naik dari tahun sebelumnya

OTP tersebut diperoleh meskipun tantangan pengembangan infrastruktur operasional penerbangan, seperti migrasi pelayanan, penerbangan domestik ke Terminal 3 yang baru di Bandara Soekarno-Hatta, hingga faktor cuaca yang bersifat “force majeure.” Rata-rata tingkat keterisian penumpang sepanjang tahun 2016 tercatat sebesar 73,1 persen sedangkan Citilink sebesar 76,8 persen.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.