Selasa, 29 September 2020

Korupsi e-KTP, Staf Teknis Akui Pergi ke AS Dibiayai Johannes Marlim

Korupsi e-KTP, Staf Teknis Akui Pergi ke AS Dibiayai Johannes Marlim

Foto: ilustrasi pengadilan kasus e-KTP. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Salah satu tim teknis yang dibentuk Kementerian Dalam Negeri untuk proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP), Tri Sampurno, mengaku pernah mendapatkan uang dan diberangkatkan ke Amerika Serikat pada 2012.

Menurut perekayasa muda di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) itu uang yang didapatnya sebesar 20.000 dolar AS.

Hal itulah yang diungkap Tri saat menjadi saksi dalam sidang kasus e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Kamis (13/4).

Tri menjelaskan, jika Kemendagri menbutuhkan satu orang dari BPPT untuk bersama Husni Fahmi menghadiri undangan Biometric Consortium Conference.

Menurut Tri, awalnya undangan diberikan kepada Menteri Dalam Negeri. Namun, karena kesibukan, undangan tersebut didisposisikan kepada Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Selanjutnya, Dirjen Dukcapil menugaskan Ketua Tim Teknis proyek e-KTP Husni Fahmi untuk menghadiri konferensi di Florida, AS.

“Saya diajak karena aktivitas saya di data center dan cukup memahami implementasi biometric di Kemendagri,” kata Tri.

Semula Tri menduga bahwa perjalanan ke AS tersebut sebagai perjalanan dinas dan dibiayai oleh Kemendagri. Namun, dalam kenyataannya seluruh biaya transportasi dan akomodasi di AS dibiayai oleh Johanes Marlim dari PT Biomorf.

Dalam proyek e-KTP, Johanes merupakan bagian dari konsorsium pelaksana proyek e-KTP. Dia merupakan provider produk Automated Finger Print Identification System (AFPIS).

Menurut Tri, uang 20.000 dolar AS diberikan melalui staf Johanes di Bandara Soekarno-Hatta. Setelah menerima, uang tersebut selanjutnya diserahkan kepada Husni Fahmi.

Tri mengaku hanya meminta 1.500 dollar AS dari jumlah 20.000 dollar yang diterima dari Johanes.

Menurut Tri, jumlah uang tersebut terlalu besar. Ia hanya meminta uang sejumlah yang biasa ia terima saat melakukan perjalanan dinas.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.