Minggu, 31 Mei 2020

Rawan Penyusupan, Program ‘Tamasya Al Maidah’ Dibatalkan

Rawan Penyusupan, Program ‘Tamasya Al Maidah’ Dibatalkan

Foto: Gema Jakarta membatalkan program 'Tamasya Al Maidah'. (gema jakarta)

Jakarta, Swamedium.com – Gerakan Kemenangan (Gema) Jakarta, akhirnya membatalkan program ‘Tamasya Al-Maidah’. Pembatalan dilakukan untuk mengantisipasi adanya kemungkinan penyusupan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Setelah mempertimbangkan kemungkinan timbulnya ekses negatif, maka kami dengan kearifan dan kesadaran penuh meniadakan program tersebut,” kata Ketua Gema Jakarta, Dr KH Ahmad Lutfi Fathullah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/4).

Pihaknya juga menjelaskan, pembatalan dilakukan setelah melakukan analisa dan kajian lebih lanjut.

“Kami sudah mengkaji lebih dalam, diperkirakan akan ada penyusupan,” ujarnya lagi.

Dengan begitu, Kiyai Lutfi melanjutkan, dengan pembatalan program Tamasya Al-Maidah ini, maka segala hal yang terkait dengan program Tamasya Al-Maidah tidak lagi ada hubungannya dengan Gema Jakarta. Karena itu, jika ada program Tamasya Al Maidah yang berlanjut di kemudian hari maka program tersebut bukan lagi program Gema Jakarta dan tidak menjadi tanggungjawab Gema Jakarta.

Seperti diketahui, awalnya Gema Jakarta ingin membuat tamasya demokrasi bagi pilkada DKI Jakarta putaran kedua, agar pilkada Jakarta yang menarik perhatian secara nasional menjadi peristiwa monumental bagi bangsa dan masyarakat.

Selain itu, peristiwa yang sangat penting ini diharapkan tidak dikotori dan dinodai oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab baik dengan melakukan kecurangan maupun dengan intimidasi kepada petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) seperti yang terjadi di beberapa TPS pada putaran pertama.

Belakangan ide tersebut berkembang dan diberi istilah ‘Tamasya Al Maidah’, tetap dengan tujuan agar dapat membantu terwujudnya pilkada DKI yang jujur, adil dan damai. (*/ls)

(*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.