Kamis, 28 Mei 2020

Tabligh Akbar di Kepulauan Seribu , Ustadz Alfian Tanjung Diintimidasi Massa Kotak-kotak

Tabligh Akbar di Kepulauan Seribu , Ustadz Alfian Tanjung Diintimidasi Massa Kotak-kotak

Jakarta, Swamedium.com — Beredar percakapan disertai video rekaman yang menceritakan kronologis pembubaran paksa tabligh akbar oleh sekelompok orang berbaju kotak-kotak.

Kronologis kejadian, saat itu Ustadz Alfian Tanjung sedang menyampaikan ceramah di Pulau Harapan, Pulau Pramuka pada Rabu (12/4). Kemudian berselang beberapa saat, sekelompok orang berbaju kotak-kotak berusaha membubarkan paksa Tabligh Akbar.

“Iya, memang itulah yang mereka lakukan, harusnya itu dijadikan suatu kriminal. Tadi itu tabligh akbar dengan semangat syiar dalam memilih pemimpin Muslim,” ujar Ustadz Alfian.

Dia mengatakan, sebetulnya secara normatif ia tidak ada persoalan.

“Jadi lucu, giliran acara kita, dia ngamuk, gak puguhan. Tapi yang jelas, mereka telah sumpah serapah, caci maki Islam, Muhammad, dan orang Arab,” tegas Ustadz Alfian.

Foto: Ustadz Alfian Tanjung bersama tim Gubernur Muslim Jakarta (GMJ) usai Tabligh Akbar di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu (ist)

Pada Rabu kemarin, dia menjelaskan ada dua acara berbeda yang dilakukan di tempat sama. Lokasinya terpisah hanya sekitar 2 kilo meter.

“Acara kami dari awal memang jam dua, namun kawan kotak-kotak itu mereka yang nyocokin waktu sendiri, jadi ada dua acara yang bentrok dengan background yang berbeda,” jelas Ustadz Alfian.

Awalnya, kata dia, penceramah memberikan isyarat untuk memilih pemimpin Muslim. Pembicara yang pertama tampil, adalah Ustadz Atep, dengan penyampaian yang jenaka, lucu, ceria.

“Saya sampaikan fakta-fakta yang ada. Karena pengajian itu dilarang oleh Ahok, kita kan amar maruf nahi munkar. Kita dengar mereka hina, caci maki biasa saja. Pas giliran saya, malah ngamuk,” ungkapnya.

Kinerja aparat kepolisian juga disayangkan Ustadz Alfian, pasalnya aparat yang bertugas untuk mengamankan suasana, tidak bisa menjaga keamanan dengan baik. Sehingga kondisi semakin chaos. (*/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.