Selasa, 18 Mei 2021

Gua Harimau, Obyek Cagar Budaya Baru di Sumatera Selatan

Gua Harimau, Obyek Cagar Budaya Baru di Sumatera Selatan

Foto: Gua Harimau menjadi obyek cagar budaya baru di Sumatera Selatan (merdeka.com)

Palembang, Swamedium.com – Sumatera Selatan memiliki satu obyek cagar budaya baru, yakni Gua Harimau. Terletak di Bukit Karang Sialang, Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Gua Harimau diyakini tempat pemakaman manusia kuno yang hidup sekitar 4.000 tahun lalu.

Banner Iklan Swamedium

Dari kota Palembang ke Desa Padang Bindu menempuh sekitar lima jam perjalanan. Dari sini, pengunjung harus berjalan kaki sekitar setengah jam menuju lokasi. Jalan setapak, kiri kanan batu cadas dan tanah berlumpur mau tak mau harus dilewati. Belum lagi menaiki 105 anak tangga yang curam sebelum menyaksikan pemandangan takjub.

Dilansir merdeka.com, Gua Harimau memiliki pintu masuk terbuka sekitar berdiameter 50 meter dengan langit-langit atap sekitar 30 meter. Terdapat lobang kecil menuju ruangan yang berada di atasnya sebelum ke puncak bukit.

Di dalam gua, terdapat 86 individu kerangka manusia dari ras Mongoloid yang hidup sekitar 4.000 tahun lalu. Kerangka terkubur dalam makam yang tersusun rapi dan masih dilakukan penelitian lebih lanjut. Diprediksi, temuan ini merupakan terbanyak di Asia Tenggara.

Setiap makam, terdapat beragam kerangka. Ada yang ditemukan secara individual, tersusun, dan ditemukan posisi dan jenis kuburan yang bervariasi. Seperti dalam satu lubang terdapat dua kerangka, orang dan ibu yang dibekali gelang perunggu dan cangkang kerang.

Di dinding gua ditemukan beberapa lukisan prasejarah yang menyerupai corak batik Palembang, motif geometris, garis-garis melengkung, vertikal, titik-titik, tikar, dan beberapa bentuk lain. Lukisan legenda ini membuktikan peradaban manusia kuno yang telah mengenal seni dan budaya.

Peneliti dari Pusat Arkeologi Nasional (Pusarkenas) Prof Dr Truman Simanjuntak disebutkan kuburan tersebut diteliti sejak 2009. Penelitian menghasilkan peninggalan peradaban manusia yang pernah hidup di dalam gua.

“Penemuan arkeologi sangat spektakuler, peradaban yang telah ada jauh sebelum keberadaan manusia sekarang,” ungkap Truman, Kamis (13/4).

Dijelaskannya, kerangka tersebut besar kemungkinan berasal dari ras Mongoloid dengan beberapa alasan. Diantaranya, ciri-ciri kerangka yang meninggi dan bundar, tulang tengkorak bagian belakang datar, gigi, mata, kedalaman tulang hidung, dan postur tulang.
“Ciri-cirinya identik dengan ras Mongoloid dengan budaya Neolitik sekitar 4.000 tahun lalu yang berlanjut ke budaya Paleometalik sekitar 2.000 tahun lalu,” ujarnya.

Menurut dia, situs Gua Harimau telah menjadi sasaran arkeolog dunia untuk turut melakukan penelitian. Paling tidak, peneliti asal Jepang, Vietnam, Australia, datang karena penasaran dan takjub dengan penemuan spektakuler itu.

“Telah mendunia meski penelitian masih berlangsung. Banyak peneliti dan wisatawan asing datang kemari untuk mengetahui sebaran homo sapiens di Indonesia,” kata dia.

Dia mengatakan, situs penemuan membuka tabir peradaban masa lalu yang telah terbangun ribuan tahun lalu. Kelompok ini telah mengenal strata sosial dan ekonomi, konsep kepercayaan akan adanya kehidupan sesudah kematian, patologi, demografi, dan nilai-nilai budaya yang luhur.

“Penemuan ini menjadi referensi baru tentang sejarah masa lalu dan menjadi kekuatan karakter dan peradaban bangsa saat ini yang perlu dipertahankan,” tuturnya. (*/d)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita