Minggu, 07 Juni 2020

IPW: Polisi Lamban Mengungkap Teror Terhadap Novel Baswedan

IPW: Polisi Lamban Mengungkap Teror Terhadap Novel Baswedan

Foto: Novel Baswedan saat dirawat di RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Indonesia Police Watch (IPW) mengkritik kepolisian lamban mengungkap kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan.

“Sebab sudah hampir seminggu belum ada tanda-tanda atau titik terang bahwa pelaku akan tertangkap,” kata Koordinator IPW Neta Pane di Jakarta, Jumat (14/4).

IPW khawatir jika kasus ini tidak segera diungkap dan pelakunya tidak segera ditangkap akan menjadi modus baru yang diikuti orang-orang tidak bertanggung jawab untuk meneror KPK dan para penyidiknya.

“Artinya, aksi penyiraman air keras itu bukan lagi sebagai ajang balas dendam tapi bisa pula dijadikan alat untuk melumpuhkan KPK yang belakangan ini makin agresif membongkar kasus-kasus korupsi besar, terutama yang dilakukan mafia proyek yang berkolusi dengan para pejabat negara,” ujar Neta.

Kasus teror penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan menjadi tantangan berat bagi Kapolda Metro Jaya untuk menangkap pelaku dan mengungkap motifnya.

“Di sinilah kinerja profesional Kapolda Metro Jaya diuji. Jika kasus ini tak kunjung terungkap ancaman teror terhadap KPK dalam memberantas korupsi akan semakin masif. Untuk itu Polda Metro Jaya harus bekerja cepat mengungkap kasus ini,” sambungnya.

Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan dinilai Neta sebuah teror terhadap upaya pemberantasan korupsi di negeri ini.

“Untuk itu polda metro jaya harus mengungkap motifnya, apakah berkaitan dengan kasus korupsi yang sedang diusut Novel atau tidak,” ujar Neta.

“Perang terhadap koruptor harus makin digencar dilakukan agar para koruptor tidak bersikap seenaknya, sudah mengemplang uang rakyat masih juga melakukan teror,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Novel Baswedan menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal seusai salat subuh di Mesjid Al Ikhsan RT 03 RW 10 Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4) lalu. Penganiayaan terhadap Novel ini kemudian memicu bermacam spekulasi, di antaranya berkaitan dengan kasus-kasus korupsi yang tengah ditangani Novel. (*/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.