Minggu, 24 Januari 2021

Pemprov Jabar Dorong Pelaku Usaha Garap Wisata Halal

Pemprov Jabar Dorong Pelaku Usaha Garap Wisata Halal

Jakarta, Swamedium.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mendorong pelaku usaha untuk mengembangkan wisata halal karena gaya hidup halal sudah menjadi tren global. Produk makanan, minuman, fesyen hingga jasa wisata halal memiliki pasar yang luas, baik di tanah air maupun dunia.

Banner Iklan Swamedium

“Hal ini akan menjadi potensi ekonomi besar, karena produk halal kini tak hanya dikonsumsi umat Islam, tetapi juga oleh masyarakat non muslim,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar disela-sela Bazar UMKM Syariah Jawa Barat, di Masjid Pusdai Jawa Barat Kota Bandung, Jumat.

Menurut Deddy, peluang usaha berbagai produk halal sangat besar sehingga dirinya sangat mengapresiasi hadirnya para pelaku usaha yang peduli di bidang syariah. Produk usaha syariah, ungkapnya, tidak hanya menjadi kebutuhan umat Islam, tetapi juga khalayak luas seiring meningkatnya tren gaya hidup halal secara global.

Dalam Global Islamic Economy Report 2015-2016 diperkirakan total pengeluaran Muslim dunia pada 2014 di sektor makanan dan minuman halal serta gaya hidup mencapai 1,8 triliun Dollar Amerika atau sekitar 11,6 persen dari total pasar global. Sektor Makanan dan Minuman Halal memberikan kontribusi terbesar, yaitu 1.128 miliar Dolar Amerika atau 17 persen dari total pasar global yang sebesar 6.755 miliar Dolar Amerika. Angka tersebut diproyeksikan akan tumbuh 5,8 persen hingga mencapai 1.585 miliar Dolar Amerika pada 2020.

“Sektor Travel kontribusinya sebesar 142 miliar Dolar Amerika dan diproyeksikan akan tumbuh hingga mencapai 233 miliar Dolar Amerika,” ujar dia.

Sementara sektor fesyen, kontribusinya sebesar 230 miliar Dolar Amerika dan diproyeksikan akan tumbuh hingga mencapai 327 miliar Dolar Amerika. Sektor Media dan Recreation kontribusinya sebesar 179 miliar Dolar Amerika dan diproyeksikan akan tumbuh hingga mencapai 247 miliar Dolar Amerika.

Sektor Pharmaceuticals kontribusinya sebesar 75 miliar dollar Amerika dan diproyeksikan akan tumbuh hingga mencapai 106 miliar dollar Amerika. Adapun sektor Cosmetics berkontribusi sebesar 54 miliar dollar Amerika dan diproyeksikan akan tumbuh hingga mencapai 80 miliar dollar Amerika pada 2020.

“Begitu besar prospeknya kalau kita tekuni. Nah, berangkat dari hal tersebut saya mendorong kepada seluruh pelaku UMKM Syariah untuk terus meningkatkan kualitas dan kehalalan produknya, karena peluang pasar halal lifestyle sangat besar,” kata dia.

“Bahkan dewasa ini, produk-produk halal tidak saja dikonsumsi oleh umat Islam, tetapi juga oleh saudara-saudara kita yang Non Muslim,” lanjut dia.

Dirinya juga mengaku heran karena wisata Halal nasional belum berkembang baik, padahal potensinya sangat besar dan berbeda dengan negara Singapura dimana bisnis wisata halalnya jauh lebih besar. Penyebabnya, menurut dia, pelaku usaha Indonesia belum sepenuhnya fokus terhadap pengembangan industri halal nasional.

“Nah, lucunya wisata halal di Singapura jauh lebih besar daripada wisata halal di Indonesia. Artinya apa? Potensi Indonesia menyumbangkan wisata halal sangat hebat potensinya, cuman belum digali oleh pelaku usaha. Peluangnya sangat besar bagi siapa pun pelaku usaha, apalagi pelaku usaha syariah dengan prinsipnya halalan thoyyiban,” kata dia.

“Peluang masih besar saudara-saudara. Jadi bagaimana kita bisa menggali potensi tadi dan bekerjasama dengan berbagai pihak, sehingga bisa meningkatkan, menjadikan, mewujudkan pembangunan potensi tadi menjadi sumber-sumber ekonomi syariah,” lanjutnya.

Potensi Besar

Deddy menuturkan potensi produk halal menjadi sangat besar karena dapat memenuhi nilai-nilai mutu serta keamanan untuk dikonsumi. Hal ini penting karena dalam era perdagangan pangan global saat ini, pangan yang bermutu dan aman (food safety) menjadi sebuah keniscayaan.
Dengan demikian, kehadiran usaha syariah dan produk halal akan menjadi nilai tambah produk UMKM lokal, serta menjadi kekuatan penting untuk bersaing di era masyarakat Ekonomi Asean dan pasar global yang lebih luas.

Selain itu, ia juga berpesan kepada para pelaku usaha untuk terus berinovasi memanfaatkan peluang besar wisata halal ini. Terlebih lagi, Indonesia akan mengalami Bonus Demografi dimana angkatan kerja (umur 15-64 tahun) akan mencapai 70%. Apabila Indonesia bisa memanfaatkan momentum tersebut, maka Indonesia akan menjadi pemain global atau salah satu dari lima negara dengan ekonomi terkuat di dunia.

“Persoalannya tergantung dari kita. Kalau kita tidak terus berinovasi, ya momentum tadi (Bonus Demografi) akan hilang, gak akan terjadi. Yang akan terjadi adalah banyaknya pengangguran. Kalau kita berhasil mengatasi itu, pengangguran tadi dengan mengembangkan wirausaha, maka tahun 2030 diprediksi oleh berbagai lembaga internasional Indonesia menjadi pemain global,” kata dia.

Hingga saat ini, Pemprov Jawa Barat tidak hanya mendorong pelaku UMKM melalui pendidikan dan pelatihan teknis saja, namun juga berupaya dalam menghadirkan perizinan usaha secara online, sertifikasi produk halal secara gratis, pendampingan teknologi dan informasi, manajemen, membantu pemasaran melalui teknologi e-market dan marketplace, dan Bale Kewirausahaan Jawa Barat.

Selain itu, beberapa waktu lalu Pemprov Jawa Barat juga telah meluncurkan Pasar UMKM Ciroyom Mall, serta Nota Kesepahaman dengan Unsur Jabar Masagi untuk pengembangan UMKM di Jawa Barat. (Antaranews.com)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita