Kamis, 21 Januari 2021

Sarat Muatan Politis, Publik Minta Peresmian Masjid Raya Daan Mogot Ditunda

Sarat Muatan Politis, Publik Minta Peresmian Masjid Raya Daan Mogot Ditunda

Foto: Masjid Raya Jakarta yang berlokasi di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Menurut rencana, Masjid Raya Daan Mogot yang dibangun atas ide Presiden Jokowi pada saat Idul Adha tahun 2012 akan diresmikan Minggu 16 April 2017. Namun peresmian masjid tersebut dinilai publik sarat dengan muatan politis terkait pilkada DKI.

Banner Iklan Swamedium

Analis sosial politik dari Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun mengatakan, peresmian itu sebaiknya ditunda. Sebab, tanggal 16 April, Jakarta sudah memasuki masa tenang menjelang pencoblosan putaran kedua pemilihan gubernur.

Dikhawatirkan kehadiran pasangan calon (paslon) Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) dalam peresmian itu akan menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Solusi terbaiknya adalah waktu peresmian masjid sebaiknya ditunda setelah hari pencoblosan, yaitu setelah tanggal 19 April agar tidak menimbulkan masalah di masa tenang,” kata Ubedilah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/4).

Ubedilah mengatakan, meski sudah aktif kembali sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI, Ahok-Djarot masih berstatus sebagai calon gubernur dan wakil gubernur periode 2017-2022. Kehadiran Ahok-Djarot dalam peresmian Masjid Raya Daan Mogot bisa memberi efek mirip kampanye.

Dalam teori komunikasi politik, lanjut dia, hal itu disebut imaging policy atau melakukan pencitraan melalui kebijakan atau dalam posisi sebagai pengambil kebijakan.

“Jadi kehadiran Ahok-Djarot pada peresmian masjid tersebut dapat ditafsirkan diselimuti motif kampanye, apalagi waktu peresmiannya di hari tenang tiga hari sebelum hari pencoblosan,” katanya.

Sementara salah satu pegiat media sosial Mustofa Nahrawardaya, mengkritisi jadwal peresmian yang dinilainya dipaksakan sebelum berlangsungnya pemungutan suara pilkada DKI.

“Pak @jokowi, #MasjidRaya ini diliputi fitnah luarbiasa. Selain bangunan dan sarana prasarana juga belum siap untuk diresmikan tgl 16/4,” cuit Mustofa melalui akun twitter pribadinya, @NetizenTofa, Jumat (14/4).

“Apalagi, seperti ada pemaksaan kehendak untuk #MasjidRaya diresmikan pada Ahad (16/4), bbrp hari sebelum Pilkada. Ahok akan hadir,” imbuhnya.

Dalam cuitan berserinya itu, Mustofa mengaku sudah mendatangi lokasi masjid yang ramai diperbincangkan di media sosial tersebut. Dia melihat masih ada beberapa bagian masjid yang belum siap sehingga tidak layak untuk diresmikan.

“Jadi, ukuran peresmian #MasjidRaya bukanlah jadwal Pilkada. Tapi memang dikarenakan Bangunan Masjid dan kelengkapannya sudah selesai,” tambahnya lagi.

Bahkan Mustofa meminta Presiden Jokowi, yang direncanakan akan meresmikan masjid tersebut, untuk berlaku adil dengan menunda peresmian masjid sama seperti penundaan sidang tuntutan Ahok karena keduanya dinilai berpotensi mengundang gejolak di masyarakat.

“Pak @jokowi mohon bisa lihat proses Pengadilan di Ragunan. Sidang tuntutan yg diundur pada 20/4 setelah Pilkada, kan bagus. Jadi kalau memang Pak @jokowi berkenan mengundur peresmian #MasjidRaya setelah Pilkada, maka berarti satu keadilan sedang bapak mulai,” tegas pria yang juga aktif di PP Muhammadiyah.

“Selain satu keadilan sedang Pak @jokowi mulai, jg demi awetnya Bangunan. Kalo diselesaikan Buru2, hasilnya tentu gak bagus,” tutur Mustofa. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita